MINGGU, 2 OKTOBER 2016

BANDUNG --- Banyak cara dilakukan dalam melakukan aktivitas belajar, salah satunya dengan membuat Komunitas belajar bersama warga. Hal ini pula yang dilakukan sekelompok anak muda dari Kampung Kertasari, RT 02, RW 07 Kelurahan Karang Pamulang, Kecamatan Mandalajati, Pasir Impun Barat, Kota Bandung.


Kelompok anak muda yang mengatasnamakan Ruang Mimpi ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mau belajar,  bermain, atau sekedar berbagi ilmu dengan cara yang menyenangkan. Meski belum lama berdiri, namun sambutan warga sekitar cukup baik

Keberadaannya pun menjadi alternatif bagi anak-anak sekitar untuk menambah pengetahuannya. Selepas pulang sekolah, setiap harinya anak-anak setingkat SD dan SMP kerap kali mengunjungi komunitas Ruang Mimpi. Di tempat itu mereka melakukan berbagai macam aktivitas, mulai dari membaca buku yang telah disediakan dan mengerjakan pekerjaan rumah (PR) sekolah.

Menurut Yustiana Akbar, salah seorang pendiri Komunitas Ruang Mimpi mengatakan, dengan adanya Komunitas ini bisa memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menambah wawasannya. Apalagi, di sini anak-anak bisa bermain sambil belajar sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

"Komunitas Ruang Mimpi ini awalnya perpustakaan di daerah Pasir Impun. Makin kesini ternyata makin banyak yang berkunjung. Sayang kan kalau si anak cuma membaca aja, kita coba-coba bikin kelas bahasa Inggris, ternyata anak-anak tertarik. Sekarang berpindah menjadi rumah belajar alternatif," kata Yustiana.

Ia juga mengatakan, dalam proses pembelajaran Komunitas Ruang Mimpi lebih memberikan kebebasan kepada si anak sesuai dengan keinginannya.

"Artinya di sini kita menyerahkan semuanya kepada anak-anak, sesuai dengan yang mereka butuhkan namun tetap terarah," ujarnya.

Ia berharap, dengan cara seperti anak-anak merasa nyaman dan tanpa ada unsur keterpaksaan saat mengikuti kegiatan belajar. Umumnya, kata Yustia, anak-anak disini banyak yang bertanya soal matematika dan bahasa Inggris.

Tidak hanya itu, di Ruang Mimpi juga berusaha untuk menggali potensi masing-masing setiap anak. Misalnya saja, dalam bidang kesenian, olahraga dan lainnya. Sehingga bakat dan minat anak-anak ini bisa tersalurkan dengan baik bersama rekan-rekannya.

Agar proses belajar berjalan dengan baik, pihaknya sengaja mengontrak salah satu tempat di kawasan tersebut. Saat ini berdasarkan data yang tercatat, Ruang Mimpi memiliki 104 anak yang berasal dari wilayah Pasir Impun Barat, namun dari jumlah tersebut yang aktif sekitar 30 orang lebih.

"Kalau support buku dari teman-teman komunitas dan perorangan. Total buku ada 300. Ada Komik, buku anak-anak, buku-buku pelajaran dan lainnya," pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: