JUM'AT, 7 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Kondisi ruang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Pasuruan, Kecamatan Penengahan, kondisinya sangat memprihatinkan meski masih digunakan sebagai ruang penyimpanan arsip. Akibat rusaknya beberapa atap bangunan membuat ruang guru di SDN 1 Pasuruan tersebut menggunakan ruang kelas sebagai ruang guru. Kepala SDN 2 Pasuruan, Suroto, mengungkapkan bahwa kondisi ruang guru yang nyaris roboh tersebut kerap membahayakan siswa yang melintas sehingga pihak sekolah melarang siswa bermain di lokasi ruang guru yang rusak. 


Suroto mengaku bangunan utama yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu tersebut hingga kini belum mendapat sentuhan perbaikan karena alokasi anggaran untuk rehabilitasi sekolah diperuntukkan untuk ruang kegiatan belajas siswa. Sementara ruang guru yang hingga kini masih dipertahankan menurut Suroto belum masuk dalam rencana perbaikan meski sudah diusulkan beberapa kali di tahun sebelumnya.

"Usulan memang sudah dilakukan beberapa tahun lalu khusus untuk rehabilitasi ruang guru namun kita juga menyadari prioritas bagi ruang kelas siswa yang juga sudah bertahun tahun belum diperbaiki dan kini sudah terealisasi,"ungkap Suroto saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (7/10/2016). 


Suroto mengaku lokal belajar SDN 1 Pasuruan saat ini terdiri dari sebanyak 4 lokal yang terdiri dari ruang guru, ruang kelas yang diperuntukkan bagi siswa jenjang Taman Kanak Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), dan ruang perpustakaan.

Sekolah yang berdiri sejak puluhan tahun lalu tersebut secara bertahap mendapat beberapa perbaikan meski hingga kini khusus untuk ruang guru belum mendapat sentuhan perbaikan. 

Beberapa waktu lalu Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (KUPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Penengahan, Jamaludin, telah melakukan peninjauan terhadap SDN 1 Pasuruan. Ia mengungkapkan saat ini sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Penengahan memang memerlukan rehabilitasi namun sebagian sudah mendapat alokasi untuk pembuatan ruang belajar baru. Meski ada sebagian ruang yang ada di sekolah tertentu belum mendapat perbaikan namun usulan dilakukan dan disetujui berdasarkan tingkat kepentingan serta kegunaan ruang yang akan direhabilitasi.

"Diutamakan perbaikan dilakukan untuk kegiatan belajar mengajar siswa sementara untuk ruangan lain jika masih bisa digunakan dilakukan perbaikan kecil,"ungkap Jamaludin.

Ia menghimbau agar para siswa yang ada di SDN 1 Pasuruan tidak melakukan aktifitas di sekitar ruang guru yang sebagian atap asbesnya nyaris jatuh untuk menghindari tertimpa material asbes dan kayu yang lapuk. Upaya sekolah diantaranya dengan melakukan perbaikan sementara pada bagian atap yang bocor untuk menghindari kerusakan lebih parah pada ruang guru tersebut.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto Henk Widi

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: