SABTU, 15 OKTOBER 2016

CATATAN KUSUS --- Salah satu program pembangunan yang diprakarsai Presiden kedua Republik Indonesia HM.Soeharto adalah program pembangunan bertahap dengan nama rencana pembangunan lima tahun(Repelita) untuk landasan pembangunan di berbagai bidang. Kepentingan masyarakat yang tertuang dalam Repelita/Pelita tersebut telah mengubah peta pembangunan dari wilayah yang tak tersentuh pembangunan bisa merasakan pembangunan salah satunya di sektor pertanian. Presiden Soeharto meletakkan pondasi sektor pertanian untuk meningkatkan taraf hidup dan dasar yang kokoh untuk melaju ke tahap pelita selanjutnya. Salah satu pondasi yang terbukti masih ada hingga sekarang dalam bidang pertanian masih bisa terlihat di Kecamatan Palas dan Kecamatan Sragi dengan adanya infrastruktur bendungan,saluran irigasi primer,sekunder hingga tersier.


Pelita III (1979/1980-1983/1984) yang memfokuskan pada program pembangunan pertanian untuk terwujudnya swasembada pangan dan sektor industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Salah satunya adalah pembangunan kawasan Rawa Sragi. Ribuan hektar Sawah di Kecamatan Palas dan Kecamatan Sragi berada di kawasan Rawa Sragi yang kini disebut dengan eks Rawa Sragi, sebab kawasan Rawa tersebut kini sudah sepenuhnya berubah menjadi lahan pertanian. Areal Sawah di wilayah eks rawa Sragi memiliki luas 24.000 hektar yang berada di wilayah kabupaten Lampung Selatan. Areal sawah tersebut dibangun sejak tahun 1983. Namun hingga kini belum tersentuh perbaikan terutama di beberapa titik yang mengalami kerusakan diantaranya jembatan yang nyaris retak,tanggul yang nyaris jebol. Terutama jaringan irigasinya yang sebagian mengalami pendangkalan meski sejak zaman Presiden Soeharto saluran irigasi tersebut merupakan sumber utama pengairan bagi ratusan hektar lahan pertanian sawah. Beberapa bangunan untuk lokasi atau tempat penyuluhan bahkan nyaris ambruk dan tak digunakan lagi,bukti sejarah yang nyaris menjadi puing puing meski sebagian masih bisa dimanfaatkan.

Bekas bekas kejayaan pertanian pada masa itu masih terlihat dengan kokohnya dengan tanggul tanggul yang juga berfungsi sebagai jalan utama penghubung antar kecamatan bahkan Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Lampung Timur, saluran-saluran irigasi tersier yang masih kokoh berdiri meskipun beberapa bagian rusak dimakan usia.


Catatan dan pantauan langsung Cendana News saluran irigasi tersier yang ada di Kecamatan Palas dan Sragi hingga saat ini masih terbengkalai tak maksimal dengan sebagian saluran terdampak pendangkalan akibat sedimentasi tanah kala banjir dari beberapa sungai. Padahal, jika irigasi yang dikenal dengan nama Rawa – Sragi itu berfungsi dapat mengairi sekitar 24.000 hektar areal persawahan diwilayah setempat melalui kanal kanal yang sudah dibangun  pada zaman kepemimpinan Presiden Soeharto.

Area persawahan rawa Sragi dibangun oleh Presiden Soeharto dimaksudkan untuk meletakkan landasan pertanian yang berkesinambungan dengan memanfaatkan lahan yang ada. Meski sebagian sudah beralih fungsi menjadi perumahan dan gedung gedung sarang walet yang menjulang di tengah areal persawahan.
Sebuah keinginan untuk memajukan Lampung melalui pembangunan lima tahun atau Repelita dalam sektor pertanian menjadi sektor penting bahkan dengan cara mengubah ribuan hektar rawa yang diubah menjadi sawah untuk swasembada pangan.

Hasil pertanian di kawasan Rawa Sragi menjadi penyumbang beras di wilayah Lampung Selatan dan menjadikan kawasan tersebut sebagai lumbung padi di Provinsi Lampung. Kejayaan tersebut masih terlihat pada kokohnya tugu pak tani yang berdiri di atas saluran irigasi tersier yang membagi aliran Way Pisang ke beberapa saluran lain untuk pengairan di area Rawa Sragi baik di Kecamatan Palas maupun Kecamatan Sragi.

Kini, kondisi area persawahan di area Rawa Sragi masih sering mengalami kendala bahkan saat terjadi pergantian musim. Permasalahan lahan sawah eks rawa Sragi ada dua, yakni saat kemarau kekeringan dan saat musim penghujan banjir.


Perlu adanya upaya pemerintah untuk melakukan pembenahan jaringan irigasi dan pemanfaatan aliran sungai Way Sekampung. Kondisi yang saat ini ada diantaranya dengan  kondisi saluran irigasi Rawa – Sragi yang tidak dimaksimalkan. Semakin hari semakin tahun, kondisi bangunan sudah jebol disana-sini.

Padahal saat program Repelita area tersebut memiliki sistem pengairan yang cukup bagus dan kini kondisinya memprihatinkan. Hal yang sangat mendesak diantaranya pembangunan infrastruktur sektor pertanian meliputi pembangunan sumur bor dan irigasi. Sebab, kebanyakan areal persawahan di Lampung Selatan mengandalkan air hujan sebagai pengairannya.

Salah seorang warga Desa Kedaung Kecamatan Sragi  Iksan (50) mengungkapkan pada tahun 1980-an Rawa Sragi merupakan kawasan pertanian andalan di Lampung Selatan. Ia bahkan mengungkapkan era pertanian zaman Presiden Soeharto tetap meninggalkan jejak yang tak ternilai dengan banyaknya irigasi, namun sepertinya perhatian selanjutnya semakin kurang.

Tak mengherankan meskipun ada saluran irigasi namun saat musim kemarau sawah yang dimilikinya sekitar 3 hektar mengalami kekeringan dan terpaksa harus menggunakan mesin pompa untuk mengalirkan air dari Sungai Way Pisang.


Ia berharap kejayaan eks Rawa Sragi tersebut tidak hanya menjadi kenangan dan bisa kembali dibangkitkan. Patung tugu pak tani yang ada di atas saluran air hanya menjadi saksi bisu kejayaan pembangunan pelita III yang menekanakan pembangunan sektor pertanian di mana eks Rawa Sragi menjadi salah stu daerah yang diandalkan.

Tugu Pak Tani yang dibangun pada masa Menteri Pekerjaan Umum Suyono Sosrodarsono dan dibangun pada Mei 1985 tersebut masih kokoh berdiri memegang padi dan cangkul simbol kejayaan pertanian di Rawa Sragi. Saksi bisu dan kenangan tersebut menjadi sebuah bukti sejarah tak terbantahkan tentang kejayaan presiden Soeharto dibidang pertanian yang jumlahnya mencapai ribuan hektar dan masih diolah hingga sekarang meski sebagian infrastruktur sudah tak memadai seperti saat awal dibangun.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: