RABU, 5 OKTOBER 2016

BALI --- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali melakukan sweaping di kos-kos elite kawasan Kota Denpasar. Hasilnya, tujuh orang terdeteksi positif narkoba jenis methampetamine (sabu) dan Amphetamine (Ekstasi), satu orang positif Benzo.


Sweaping sengaja dilakukan di saat jam-jam para penghuni kost yang masih tertidur hingga tengah hari. Maklum, kost elite di Jalan Pulau Kawe No 1 Nomor A3 ini sebagian besar penghuninya para wanita pekerja pemandu lagu di sebuah karaoke dan hiburan malam lainnya di Denpasar dan Badung.

Sweeping yang dilakukan pihak BNNP Bali ini dimulai sekitar pukul 09.00 WITA. Dari tujuh orang yang dinyatakan positif menggunakan narkoba, tiga diantaranya para wanita pemandu lagu yang bekerja di tempat hiburan Karaoke.

Tiga cewek, S asal Bandung, C asal Jember dan N dari Tana Toraja, Sulwesi Selatan ini usai dites urine oleh BNN positif menggunakan sabu dan ekstasi. Sayangnya, saat kamar mereka satu persatu digeledah tidak ditemukan barang bukti narkoba yang mereka gunakan.

Pada kamar yang berbeda petugas juga mendapati dua orang waria asal Ambulu, Jember, Jawa Timur berinisial HPA dan HD, positif narkoba. Bahkan kedua waria ini dengan lantang mengaku pada petugas memiliki penyakit HIV.

Dari kamar kedua waria ini petugas menemukan lima bungkus klip plastik yang kosong, puluhan korek gas dan obat-obatan jenis  Efavirenz yang diakui salah satu pelaku bernama HD adalah obat HIV miliknya.

Kemudian, petugas meluncur ke lokasi ketiga yakni menuju kostan elite bernama SKM Home yang terletak di jalan Pulau Adi. Menurut Kabid Pemberantasan BNN Bali, AKBP I Ketut Artha di lokasi. Pihaknya menangkap tujuh orang pelaku tindak pidana narkoba dimana khusus di Jalan Pulau Adi pihaknya menggiring tiga orang cewek yang juga PL di Club Karaoke Akasaka.

Mereka adalah AVA (21) asal Cilacap, RR (18) asal Bandung, dan G (30) janda asal Sidoarjo. Meski tidak ditemukan barang bukti pihaknya tetap akan melakukan proses assessment dan semuanya akan dilakukan rehabilitasi.

"Dari tiga lokasi tadi, 7 positif Sabu dan Ekstasi, satu orang benzo, laki-laki. Nah dari 7 ini ada dua orang warianya dan kalau kemungkinan pengedar kita akan dalami, tetap akan kita proses assessment dan Rehabilitasi,” tutupnya.
[Bobby Andalan]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: