RABU, 19 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Maraknya berbagai macam "kabar burung" atau isu-isu yang tidak jelas apalagi bersifat provokasi yang biasanya sering disampaikan dalam bentuk pesan berantai melaui Short Message Service (SMS) atau melalui jejaring sosial lainnya belakangan ini membuat resah dan gelisah warga masyarakat di Indonesia.


Berdasarkan prosentase, kebanyakan isu-isu provokasi dan adu domba yang sering disebarluaskan secara luas kepada warga masyarakat dalam bentuk pesan berantai melalui SMS maupun jejaring sosial lainnya biasanya terkait dengan masalah perbedaan Suku, perbedaan Agama dan perbedaan Ras atau yang dikenal luas dengan istilah SARA.

Dibandingkan isu-isu lainnya, isu SARA merupakan salah satu isu yang paling gampang membuat orang menjadi tersulut emosinya dan mudah terpancing atau terprovokasi, sehingga kemudian sering mengakibatkan terjadinya bentrokan dan kerusuhan masal tak terkendali antar warga masyarakat hanya karena masalah sepele dan salah paham.

Sayangnya hingga saat ini bisa dikatakan bahwa sebagian besar warga masyarakat kita sangat mudah terpancing dan terprovokasi alias langsung mempercayai begitu saja khabar tersebut tanpa terlebih dahulu melakukan pengecekan terkait dengan kebenaran khabar yang biasanya tidak jelas dan meragukan tersebut.

Kejadian tersebut sebenarnya telah mendapatkan perhatian serius dan atensi khusus dari pihak Mabes Polri yang selama ini dikenal sebagai salah satu kemana atau institusi Pemerintah yang bergerak dalam bidang keamanan, ketertiban dan penegakan hukum. Mabes Polri tidak pernah bosan dan selalu mengingatkan agar warga masyarakat luas agar jangan mudah terpancing dan terprovokasi.

Mabes Polri dalam keterangannya yang disampaikan secara langsung melalui Kepala Divisi Bidang Humas Mabes Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar secara umum menghimbau kepada masyarakat luas supaya jangan gampang terpancing atau gampang tersulut emosinya terkait dengan maraknya isu-isu yang tidak jelas atau berita bohong yang menyesatkan akhir-akhir ini.

"Polisi tidak akan tinggal diam dan pasti akan melakukan pengusutan dan penyelidikan yang mendalam terkait dengan adanya berbagai laporan, informasi atau pemberitaan yang bersifat menyesatkan publik dan bernuansa provokatif, kami tidak segan-segan untuk menangkap dan mengamankan oknum atau pelaku yang terbukti sebagai pelaku pemicu atau penyebarluasan berita bohong dan berita menyesatkan kepada masyarakat luas dalam bentuk apapun" kata Boy Rafli Amar, ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu siang (19/10/2016).

Boy Rafli Amar mengatakan "maka sekali lagi kami menghimbau kepada warga masyarakat agar tetap tenang, waspada, berpikiran jernih dan jangan mudah terpancing emosi apabila sekiranya mendengar khabar atau isu-isu yang tidak jelas asal muasalnya dari mana, negara kita merupakan negara yang berdasarkan Pancasila yang punya Bhinneka Tunggal Ika, artinya berbeda-beda namun tetap satu, sehingga perbedaan Suku, Agama dan Ras bukan masalah, mereka tetap bisa hidup rukun dan berdampingan satu sama lainnya "katanya di Jakarta.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: