SENIN, 3 OKTOBER 2016

PONOROGO --- Memasuki musim penghujan sejak awal September lalu, warga Ponorogo khususnya Kecamatan Kauman yang langganan banjir diminta lebih berhati-hati. seperti hujan lebat yang membuat desa Kauman terendam banjir sejak Minggu (2/10/2016) malam hingga Senin (3/10/2016) pagi. Puluhan rumah terendam air setinggi 30 cm. Pihak BPBD menyebut banjir juga disebabkan oleh adanya pendangkalan di sungai yang membelah desa tersebut.


Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ponorogo, Heri Sulistyono menuturkan hujan lebat yang turun pada Minggu (2/10/2016) malam hanya menyebabkan banjir di wilayah Kauman dan Sukorejo.

"Setidaknya puluhan rumah terendam. Berbeda saat hujan lebat beberapa hari sebelumnya, dimana terdapat banjir di lima kecamatan," jelasnya saat dihubungi Cendana News.

Menurut Heri, potensi banjir masih akan terus ada di bumi reog, setidaknya hingga bulan Desember. Hal itu dibuktikan, sejak dua pekan terakhir hujan lebat turun, kerap terjadi banjir di berbagai wilayah di Ponorogo. Selain menyiagakan personil, terkait banjir langganan yang melanda Kauman, pihaknya akan melakukan normalisasi di sungai setempat hingga ke wilayah Sukorejo. Sebab disinyalir juga terjadi pendangkalan.

"Selain karena curah hujan tinggi, kebetulan sungai mengalami pendangkalan. Oleh karena itu, antisipasi dilakukan lewat normalisasi," ujarnya.

Warga dukuh Tanaman, desa Kauman, Sarni menjelaskan air bah datang akibat hujan yang mengguyur pada Minggu (2/10/2016) pukul 17.00 WIB hingga tengah malam. Bahkan hingga Senin (3/10/2016) masih terdapat puluhan rumah yang terendam air.

"Rumah-rumah bentuk lama itu yang paling banyak terendam," cakapnya.

Menurut Sarni, desanya merupakan daerah langganan banjir. Bahkan dalam sepuluh hari terakhir, banjir sudah tiga kali menyatroni desanya. Warga yang awalnya terganggu pun mulai terbiasa. Sehingga, banjir tidak sampai melumpuhkan aktifitas warga.

"Kalau sudah hujan lebat dan berjam-jam, besar kemungkinan banjir datang. Sudah langganan banjir ya biasa," pungkasnya. 
[Charolin Pebrianti]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: