RABU, 12 OKTOBER 2016

ACEH --- Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, mengeluarkan instruksi terkait moratorium sawit di kabupaten setempat. Instruksi tersebut digadang untuk menunda pemberian izin untuk pembukanaan lahan baru.


Program Manager LSM Bina Rakyat Sejahtera (Bytra), Muhadi Bukhari, kepada Cendana news, mengatakan, moratorium bupati tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Aceh Utara nomor 548/INSTR/2016 tentang Moratorium Izin Perkebunan Sawit Baru di Kabupaten Aceh Utara.

“Adapun latar belakang yang mendasari lahirnya kebijakan moratorium sawit tersebut sebenarnya untuk menata pembangunan perkebunan yang ramah lingkungan,” ujar Muhadi yang ditemui pada kegiatan Workshop Strategi Pembangunan Perkebunan Dan Implementasi Moratorium Izin Perkebenunan Sawit Baru di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (12/10/2016).

Dimana kebiajakan tersebut, lanjut Muhadi, menginstruksikan kepada Satua Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait untuk menjalankan tugas dan fungsi berdasarkan tugas pokok dan fungsi sesuai kewenangannya masing-masing.

Selain itu, Muhadi mengatakan, moratorium sawit tersebut sebagai salah satu upaya atau langkah pencegahan yang telah ditempuh oleh pemerintah ditingkat nasional maupun  lokal. Karena katanya, sebenarnya masalah degradasi hutan dan lahan merupakan akibat dari kegiatan pengusahaan hutan.

“Ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mencegah kerusakan atau adanya perusahaan yang kebanyakan selama ini tidak mengindahkan aspek kelestarian, kemudian marakanya illegal logging yang mengakibatkan deforestasi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bina Rakyat Sejahtera (Bytra) Aceh menggelar Workshop Strategi Pembangunan Perkebunan Dan Implementasi Moratorium Izin Perkebenunan Sawit Baru di Kabupaten Aceh Utara. Workshop digelar di Hall Room Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (12/10/2016).

Dalam kegiatan tersebut, LSM Bytra mengundang sejumlah narasumber diantaranya kalangan akademisi perkebunan, hukum, dan akademisi ekonomi. Selain itu juga hadir Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib serta sejumlah praktisi.

Jurnalis : Zulfikar Husein / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Zulfikar Husein
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: