MINGGU, 2 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA --- Bupati Sleman, Sri Purnomo meminta warganya di setiap desa untuk meningkatkan kualitas perpustakaannya. Selain sebagai upaya memajukan generasi, giat membaca juga bisa menangkal kecanduan bermain gadget pada anak.


Berdasarkan penelitian para ahli di negara Korea dan Jepang, bermain gadget atau telepon pintar (smartphone) sejak usia anak-anak justru akan menghambat pertumbuhan kecerdasan anak. Selain itu, juga akan menyebabkan anak mengalami gangguan tulang belakang di usia remaja, karena seringnya menunduk pada saat bermain gadget sejak kecil.

Sri Purnomo mengungkapkan hal itu dalam sambutan peresmian dibangunnya Perpustakaan Masjid Baiturrahman, Dusun Clumprit, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu (2/10/2016). Perpustakaan yang diberi nama Darul Ilmi tersebut berada di lantai dua masjid, yang dibangun sebagai pengembangan masjid dan perpustakaan yang ada sebelumnya.

Sri Purnomo mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman sedang mendorong peningkatan perpustakaan di wilayah Sleman, sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat yang di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara-negara maju lainnya.

Namun demikian, kata Sri, secara nasional minat baca masyarakat di Sleman sudah tergolong baik. Menurut Sri, tercatat ada sekitar 500.000 warga mengunjungi perpustakaan di wilayah Sleman setiap tahunnya. Karena itu, Sri meminta kepada warganya untuk senantiasanya mengembangkan dan menghidupkan perpustakaan.

"Anak-anak sejak kecil harus dibiasakan mengunjungi perpustakaan. Meski hanya berlari-lari di ruang perpustakaan, namun lambat laun anak-anak akan terbiasa dengan perpustakaan," ujarnya.

Dalam peresmian Perpustakaan Darul Ilmu Masjid Baiturrahman yaang dihadiri segenap muspika setempat, Sri Purnomo juga menyerahkan secara simbolis sejumlah santuan kepada 12 anak yatim di dusun tersebut. Sri pun sangat mengapresiasi keaktifan warga Dusun Clumprit dalam membangun dusunnya, dan mengatakan jika keaktifan warga itu akan meningkatkan peran sinergi dengan Pemerintah.

"Keaktifan anak membaca dan gemar membaca di perpustakaan, akan bisa mencegah anak-anak terlibat kenakalan remaja dan mengurangi ketergantungan gadget dan menambah pengetahuan," ungkap Sri.


Sementara itu, tokoh masyarakat dusun setempat sekaligus pengurus masjid dan perpustakaan, Juriyanto Hadiwiyanto menjelaskan, perpustakaan yang dibangun selama 2 bulan itu saat ini baru memiliki 400 judul buku terdiri dari buku-buku pendidikan, keagamaan, pajak, bela negara dan sebagainya.

"Kami para orangtua menargetkan ada 700 judul buku di perpustakaan kami. Tujuannya tentu agar generasi kami tambah ilmu. Anak-anak kita sediakan buku-buku keagamaan, dan kami juga memperhatikan buku-buku wawasan kebangsaan dan bela negara untuk menangkal pengaruh paham-paham lain yang dilarang negara,"pungkasnya.
[Koko Triarko] 

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: