RABU, 5 OKTOBER 2016

MATARAM --- Untuk mencegah masuknya penyakit antrak, rabies dan flu burung ke Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dipkeswan) NTB melarang binatang dan unggas masuk NTB


"NTB sampai sekarang masih aman dari penyakit antrak, rabies dan flu burung,, karena itu hewan dan binatang unggas dari luar kita larang masuk NTB, kecuali hewan siap potong diizinkan" kata Kepala Dipkeswan), Erwin Kusbianto di Mataram, Rabu (5/10/2016).

Langkah dan kebijakan tersebut diberlakukan  karena untuk memastikan hewan dan binatang unggas yang ada dan dikembangkan di NTB tetap aman dan bebas dari ketiga penyakit tersebut.

Sebab kalau semua jenis hewan dan unggas bebas dari penyakit, terutama sapi, selain sebagai upaya melindungi dan memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat bersih, juga erat kaitannya dengan prospek ekonomi di pasaran.

"Beberapa jenis hewan luar yang dilarang masuk NTB, terutama untu bibit ternak antara lain, Sapi, ayam, itik, anjing dan kucing yang kerap terkena ketiga penyakit tersebut," jelasnya.

Ditambahkan, ditetapkannya NTB sebagai daerah pengembangan bibit sapi nasional juga tentu menjadi perhatian, selain masalah keuntungan ekonomi, masalah kesehatan hewan yang dikembangkan juga harus menjadi perhatian penting.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayan Lesilolo / Foto : Turmuzi

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: