MINGGU, 2 OKTOBER 2016

MAUMERE ---  Bahaya laten komunis yang pernah memporak porandakan bangunan kebangsaan yang pernah terjadi tahun 1965 menjadi peringatan bagi segenap warga negara Republik Indonesia. Untuk itu, segenap elemen harus waspada terhadap ancaman bahaya laten komunis.


Demikian disampaikan dandim1603 Sikka Letkol Inf. Abdullah Jamali yang bertindak selaku inspektur upacara saat peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Makodim Sikka, Sabtu (1/10/2016).

Dalam kesempatan tersebut Dandim 1603/Sikka menyampaikan bahwa upacara  peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini merupakan wujud penghargaan dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur untuk mempertahankan Pancasila.

“Dengan peringatan ini, kita mengenang kembali pengorbanan para pahlawan revolusi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman dan bahaya laten komunis,” tegasnya.

Selain itu, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga sebagai wahana untuk menanamkan keyakinan kepada seluruh warga bangsa Indonesia dan khususnya anggota Kodim 1603/Sikka.

“ Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa dan dasar negara yang tidak boleh diubah oleh siapapun,” tandasnya.

Dalam upacara ini, bertindak selaku komandan upacara kapten Inf.Sudarmaji; pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh Kapten Inf. Muhamad Is Antoni dan pembacaan  ikrar dilakukan Kapten Inf. Ida Bagus Wiriawan.

Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut juga dihadiri oleh Kasdim 1603/Sikka Mayor Inf A. A. Gede Arnawa, para perwira, staf, pejabat Danramil jajaran Kodim 1603/Sikka serta Ibu-ibu pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIV Kodim 1603/Sikka.
[Ebed De Rosary]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: