SENIN, 17 OKTOBER 2016

SOLO --- Keinginan kuat untuk terwujudnya ketahanan pangan nasional membuat Komandan Korem 074/Warastratama Solo Letkol Infantri Maruli Simanjuntak, terus membantu menguatkan sendi-sendi pertanian yang ada di wilayah eks karisedenan surakarta. Berbagai capaian telah ditorehkan, baik membuat bendungan, embung, pembibitan maupun pemanfaatan lahan, namun dinilai belum cukup karena kebutuhan petani masih jauh lebih banyak dari yang telah ada saat ini. 


"Dari sekian bendungan, embung maupun pembibitan yang kita lakukan, masih jauh dari yang diharapkan masyarakat. Karena masih banyak bendungan yang rusak puluhan tahun tak diperbaiki, sementara petani hanya mengandalkan pengairan dari sungai," ucap Danrem saat mensosialisasikan wawasan ketahanan pangan bersama awak media dan redaksi media yang ada di Solo, Senin (17/10/16).

Menurutnya, penguatan di bidang ketahanan pangan menjadi kunci suksesnya sebuah negara. Sebab, ketahanan pangan sama halnya kemenangan sebuah peperangan, yang harus memenangkan hati dan pikiran rakyat. Hal itu demi terwujudkan masyarakat yang adil dan makmur. 

"Penguatan ketahanan pangan sama halnya menggunakan teori gerilya, yakni winning heart and minds (memenangkan hati dan pikiran rakyat). Ini kuncinya," tekan Danrem.

Diakui Maruli, kehadiran negara memang sangat dibutuhkan dalam terwujudnya ketahanan pangan nasional. Namun, sebagai salah satu alat negara, ia tidak mau berpangku tangan dengan hanya mengandalkan uluran tangan dari pemerintah. Melalui sumbangan dari CSR-CSR dan bantuan masyarakat yang didapatkan, pihaknya berusaha memaksimalkan potensi pertanian yang selama ini tidak tergarap secara maksimal.

"Saya lihat, potensi masyarakat Indonesia sebagian besar adalah pertanian. Tinggal sekarang bagaimana membantu mengoptimalkan potensi yang ada. Baik luasnya lahan, sumber air yang luar biasa, namun secara realita masyarakat masih menemui kendala. Yakni ketersediaan bibit, pengairan yang tersendat karena belum adanya bendungan atau embun, dan lain sebagainya," terangnya.

Peran TNI bersama masyarakat selain ikut membantu dalam mengoptimalkan potensi pertanian juga mengurangi inflasi. Sebab, tingginya capaian hasil pertanian namun nilai inflasi tinggi menjadi kendala untuk terciptanya ketahanan pangan. 

"Dan dalam benak saya, ada upaya bagaimana daerah-daerah mampu menyiapkan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya. Sebab, jika kota-kota besar di Indonesia menyetop impor tenaga kerja dari desa, daerah mampu menampung mereka. Diantaranya menyiapkan lapangan pekerjaan, baik di bidang pertanian atau industri yang mampu menyedot tenaga kerja dalam jumlah banyak, imbuhnya.

Disebutkan Danrem Solo, sekilas capaian peran TNI untuk membantu terwujudnya ketahanan pangan di eks surakarta adalah dengan memperbaiki irigasi yang dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Diantaranya, di Klaten melalui program normalisasi sungai dapat membantu mengairi 1960 hektare, di Boyolali ada 100 hektare, Sukoharjo 140 hektare yang merupakan pengembangan dari program pembuatan bendungan dan embung. 

"Sementara di Wonogiri ada sekitar 110 hektare dari perbaikan dan optimalisasi pompa hodrolik," urainya.

Namun setelah melihat turun di masyarakat, Danrem mengakui jika kebutuhan masyarakat jauh lebih besar. Menurutnya masih banyak bendungan rusak yang belum diperbaiki, dan ketersediaan bibit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat masih kurang. Akan tetapi, kendala yang ditemui lagi-lagi adalah keterbatasan biaya. 

"Kami kalau untuk tenaga siap, namun untuk biaya kami memang hanya mengandalkan bantuan dari perusahaan atau pihak yang ingin menyalurkan bantuan terhadap mereka yang berada di pinggiran. Harapannya adalah semangat juang TNI untuk membantu terwujudnya ketahanan pangan nasional dengan swa sembada pangan ini dapat teralisir, tentunya dengan adanya tersedianya bantuan biaya untuk masyarakat. Terwujudnya masyarakat adil dan makmur merupakan tujuan akhir dari program yang kami jalankan," pungkasnya.

Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: