KAMIS, 13 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA --- Mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI DI Yogyakarta memperbaiki jalur rel kereta api di sejumlah titik yang mengalami penurunan ketinggian. Selain itu, perbaikan serta pembersihan gorong-gorong dan drainase di sekitar perlintasan rel juga dilakukan.


Memasuki musim penghujan yang diperkirakan akan lebih sering terjadi secara ekstrim, PT KAI DAOP VI DI Yogyakarta melakukan berbagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya gangguan atau kerusakan rel perlintasan kereta api yang mungkin bisa terjadi akibat banjir atau longsor di sekitar rel kereta api. Sejumlah petugas jaga juga ditempatkan di sejumlah titik guna mengantisipasi banjir.

"Meski kondisi rel dan tanah di kawasan perlintasan rel kereta dari Kutoarjo di Jawa Tengah melewati Yogyakarta hingga Solo, Jawa Tengah, sudah bagus dan stabil, namun kewaspadaan tetap dilakukan, antara lain untuk mengantisipasi meluapnya air dari jembatan," jelas Kepala Humas PT KAI DAOP VI DI Yogyakarta, Eko Budiyanto, saat dihubungi Kamis (13/10/2016).

Eko mengatakan, di beberapa titik yang dimungkinkan terjadi luapan air ada petugas khusus yang berjaga selama 24 jam secara bergantian. Pengawasan lebih intensif dilakukan di jembatan-jembatan panjang yang berpilar, guna memantau aliran hujan. Beberapa jembatan antara lain ada di Sungai Progo, Sungai di Prambanan dan banyak lagi.


Sementara itu, perbaikan rel secara rutin juga dilakukan. Misalnya, seperti yang dilakukan oleh sejumlah petugas di perlintasan rel kereta api di JPL 337 Kilometer 157+846 di Desa Kalitirto, Berbah, Sleman, dua hari lalu. Salah satu petugas perbaikan rel, Waluyo, ditemui di sela kesibukannya mengatakan, perbaikan rel di perlintasan itu dilakukan karena rel mengalami penurunan 1 Milimeter. Selain meninggikan rel yang mengalami penurunan ketinggian, kata Waluyo, perbaikan juga dilakukan untuk meluruskan bantalan rel.

"Perbaikan rel selalu dilakukan secara berkala, untuk memastikan tidak ada gangguan," pungkas Waluyo. 
[Koko Triarko] 

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: