RABU, 5 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Ruhut Sitompul, Anggota Komisi Hukum DPR RI yang belakangan ini terancam "dipreteli" posisinya dari Partai Demokrat karena sikapnya sering berseberangan, salah satunya, karena Ruhut lebih memilih memenangkan pasangan Ahok-Djarot dibandingkan mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)- Silvyana Murni, akhirnya menyatakan dirinya siap mundur.


"Saya akan mundur akhir reses ini, dan saya bakal habis-habisan atau all-out untuk memenangkan Basuki T Purnama-Djarot S Hidayat (Ahok-Djarot) pada pilkada DKI Jakarta nanti," kata Ruhut di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Politisi Demokrat ini, bahkan dipercaya menjadi juru bicara (Jurkam) tim pemenangan duet calon gubernur - wakil gubernur DKI yang diusung PDIP, Hanura, NasDem dan Golkar tersebut.

Ia mengakui hal tersebut tidak menjadi kendala, jika harus melepaskan jabatannya di DPR demi memenangkan pasangan Ahok-Djarot.

"Jabatan bukan masalah, aku hanya mau buktikan sama semua orang di dunia ini, jabatan bukan segalanya bagi Ruhut. Orang boleh ngotot mau jadi anggota DPR, jabatan aku tiga tahun lagi, aku tinggalkan untuk memenangkan Ahok," ungkapnya.

Untuk diketahui, Ruhut telah mundur dari posisi ketua DPP bidang politik hukum dan keamanan, sekarang ia di DPP hanya sebagai anggota kader biasa.

"Mundur dari jabatan partai Demokrat dan DPR itu hal biasa kok, demi Ahok aku all-out," Imbuhnya

Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Adista Pattisahusiwa
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: