SENIN, 17 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Massa yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan NKRI (SP NKRI), berunjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Senayan, Jakarta. Mereka mengevaluasi dua tahun kinerja Pemerintah Jokowi - JK banyak problematika kebangsaan yang tidak terrealisasi.


Dalam orasinya, pendemo menilai rezim Jokowi - JK selama dua tahun berkuasa, Program Nawacita yang selama ini diterapkan, gagal.

"Pemerintah gagal, hal ini dapat dilihat dari berbagai aspek, yakni di bidang ekonomi, hukum dan politik, kami sebagai kaum perempuan NKRI sangat merasakan kegagalan pemerintaham ini," ujar koordinator aksi R.Savitri di depan Gedung DPR, Jln Gatot Subroto, Jakarta, Senin, (17/10/2016).

Pendemo juga, menyampaikan dari sektor ekonomi yang mengakibatkan harga bahan sembako mahal, berdampak pada beban kehidupan rakyat menjadi sangat berat. Bahkan hingga saat ini program Jokowi untuk mengurangi kemiskinan tidak terbukti.

"Karena faktanya program pemerintah Jokowi hanya memberantas orang miskin, rakyat digusur semena-mena dari tempat tinggal mereka dan itupun tidak diberi kehidupan yang layak, ini mengakibatkan banyaknya pengangguran, kriminalitas hingga menimbulkan prakter prostitusi," Kata Savitri

Sementara itu, perwakilan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al washliyah (PP HIMMAH) Ginanda Siregar Mengatakan selama dua tahun pemerintahan yang dipimpin Jokowi, banyak kasus mangkrak, Jokowi menggunakan kekuasaan untuk melindungi para terduga koruptor.

"Kasus reklamasi teluk Jakarta, Sumber Waras tak kunjung selesai, mafia dan cukong pemodal tetap dilindungi, hukum kita dibarter dengan pembangunan," teriak Ginanda

Untuk itu, Solidaritas Perempuan NKRI meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memakzulkan Jokowi JK yang telah gagal memimpin Negara selama 2 Tahun.

Sebab, menurut masa aksi, pemerintah tidak fokus membangun bangsa ini, agar keluar dari garis kemiskinan. Malah hanya fokus bagi-bagi kekuasaan bagi para pemodal.

Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Adista Pattisahusiwa
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: