KAMIS, 6 OKTOBER 2016

LHOKSEUMAWE --- Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Isa Ansari mengatakan, pihaknya menampung aspirasi warga. Namun tidak bisa serta merta memecat kepala desa.


“Kita tampung aspirasi warga, tapi kami tidak bisa memecat kepala desa dengan begitu saja, kita nanti akan lakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti pihak kecamatan, desa dan sebagainya,” ujar Isa Ansari menanggai aksi demo warga desa Cot Kupok, Kamis (6/10/2016).

Ia menambahkan, jika warga mendapati adanya kecurangan atau pelanggaran yang dilakukan oleh aparatur desa, ia mempersilahkan untuk melaporkannya kepada polisi. 

“Kalau ditemukan adanya indikasi kecurangan silahkan dilaporkan kepada pihak berwajib,” katanya.

Namun, ia menyarankan agar permasalahan tersebut bisa dimusyawarahkan terlebih dahulu. Agar pelaksanaan pembangunan dan berbagai program untuk memajukan desa dapat berjalan dengan baik.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Cot Kupok, Kecamatan Bhaktiya Barat, Kebupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor Bupati Aceh Utara, Kamis (6/10/2016). Massa meminta bupati untuk memecat kepala desa karena dianggap menggelapkan dana desa.

Massa datang dengan membawa sejumlah karton yang ditulis dengan beberapa aspirasi massa. Menggunakan alat pengeras suara, massa kemudian menyampaikan aspirasi mereka yang menginginkan agar Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, untuk memecat bupati Desa Cot Kupok, Tarmizi.

“Kedatangan kita kesini, kita meminta Bupati Aceh Utara untuk mencabut mandat saudara Tarmizi segabai keuchik (kepala desa, red) di desa kami, alasannya karena ia tidak tranparan dalam pengelolaan dana desa tahun 2015,” ujar Barmawi, koordinator aksi.
[Zulfikar Husein]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: