SABTU, 1 OKTOBER 2016

SAMPANG --- Bencana banjir bagi masyarakat di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, bukanlah hal yang asing lagi, namun itu sudah menjadi kebiasaan dan agenda tahunan ketika pada saat musim hujan. Sehingga penderitaan panjang bagi masyarakat yang tinggal di lokasi yang menjadi langganan banjir tidak kunjung berakhir, akibatnya masyarakat hanya bisa pasrah melihat kejadian yang berkepanjangan tersebut.

Suasana Kota Sampang saat direndam banjir
Sejak puluhan tahun masyarakat yang ada di sekitar kota Bahari itu memang menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba, kondisi wilayah yang dataran rendah, membuat sungai yang ada di daerah setempat seringkali meluap dan akhirnya menggenangi rumah-rumah penduduk. Akibatnya ketika banjir telah merendam berbagai daerah di kota tersebut, aktifitas masyarakat menjadi lumpuh, bahkan terkadang arus lalu lintas juga terputus.

“Kalau bencana banjir di daerah ini memang terjadi sejak puluhan tahun, namun sampai sekrang masih belum ada solusi yang bisa mengatasinya. Karena setiap musim penghujan, dapat dipastikan kota ini akan terendam banjir,  sehingga kegelisahan masyarakat terjadi secara terus menerus kita saat masuk musim hujan” kata Syaiful Rhamadan, salah seorang warga Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Kota Sampang, Sabtu (1/10/2016).


Disebutkan, bahwa mereka hanya bisa berharap penderitaan panjang yang dialami masyarakat di daerah dampak bencana banjir tersebut segera berkhir. Karena bencana yang seringkali merendam rumah warga sangat mengkhawatirkan, bahkan setiap terjadi bencana banjir tak jarang sampai menelai korban jiwa akibat dihanyut derasnya air.

“Terus terang ketika pada saat musim hujan tiba masyarakat yang ada di daerah rawan bajir sudah merasa ketakutan. Karena bajir itu tidak akan bisa dihindari, sebab terjadinya banjir diakibatkan bukan karena hujan didaerah kota saja, tetapi banjir itu juga terjadi ketika ada hujan di wilayah utara yang airnya mengalir ke daerah ini” jelasnya.


Oleh karena itu, pemerintah daerah setempat harus bisa mencarikan solusi agar banjir tidak terus terjadi, karena sudah cukup penderitaan masyarakat yang menjadi langganan banjir. Sebab dalam satu musim banjir yang terjadi bukan hanya sekali saja, melainkan itu bisa terjadi sampai puluhan kali, sehingga masyarakat merasa kebingungan ketika kondisi air yang merendam rumahnya sangat tinggi.

“Ini baru memasuki musim hujan sudah terjadi banjir, apalagi kedepan kemungkinan besar banjir itu akan seringkali terjadi” paparnya. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: