JUM'AT, 7 OKTOBER 2016

JAKARTA---Pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di era pemerintahan Presiden HM.Soeharto selain sebagai wujud konsep wawasan nusantara dan kebudayaan juga sebagai tempat ekspresi seni maupun budaya dari masyarakat.


Desa Seni TMII atau dikenal juga dengan Desa Seni dan Kerajinan ini merupakan tempat promosi sekaligus penjualan hasil seni rupa maupun seni kerajinan lokal Indonesia seperti wayang kulit, wayang golek, keris, kerang, kerajinan berbahan kulit, batik, hasil ukiran, kerajinan logam dan bambu, serta cinderamata khas Indonesia.

Ada beberapa tempat menarik di area Desa Seni dan Kerajinan TMII yaitu Taman Kaktus, sanggar seni siluet, serta pasar buku langka. Taman kaktus diisi dengan beragam jenis kaktus baik dari jenis yang sudah tumbuh di Indonesia maupun dari hasil persilangan dengan jenis kaktus lain dari luar Indonesia. Di sekeliling taman kaktus diletakkan tempat duduk yang mengelilingi taman kaktus agar bisa digunakan pengunjung untuk melepas lelah maupun menikmati suasana Desa Seni yang rimbun dan nyaman.


Sanggar seni siluet milik Arif Sultoni adalah sanggar seni rupa yang tertua di Desa Seni. Arif Sultoni atau akrab disapa Toni ini sudah membuka sanggar seni siluet sekaligus menjadi seniman siluet khususnya seni gunting siluet wajah sejak 30 tahun yang lalu.

"sejak pertama kali dibangun TMII saya sudah wara-wiri disini untuk menawarkan jasa lukis siluet bagi pengunjung maupun bekerjasama dengan pihak manajemen TMII agar bisa ikut di acara atau event besar yang diadakan TMII," terang Toni kepada Cendana News.

Terakhir adalah Pasar Buku Langka yang berada tepat di samping Taman Kaktus. Tidak terlalu sulit mencari buku-buku tua dan langka disini, karena beragam buku tua, antik, langka tersedia lengkap. Bahkan di Pasar Buku Langka ini juga memiliki koleksi buku-buku komik dan silat lama, dengan demikian bagi para penggila komik maupun buku-buku cerita silat legendari seperti Kho Ping Ho dan lain-lainnya dapat berkunjung ke Pasar Buka Langka di Desa Seni TMII.

Di area Desa Seni juga terdapat panggung berukuran 12 x 10 meter. Pada hari-hari tertentu panggung ini digunakan untuk pementasan kesenian tradisional Indonesia seperti keroncong serta kerap digunakan untuk kegiatan seni lainnya seperti pameran maupun lomba melukis.


Sebagai ruang terbuka, area panggung Desa Seni berkapasitas sekitar 500 orang pengunjung, dengan demikian panggung Desa Seni merupakan tempat yang juga cocok digunakan untuk kegiatan pertunjukan, ajang lomba, atau konser musik dalam jumlah penonton yang tidak terlalu banyak.

Direktur TMII, Bambang Parikesit, SH. MM mengatakan bahwa Desa Seni dan Kerajinan TMII merupakan prototype awal bagi tempat-tempat seni lainnya di Jakarta.

" Selain itu Desa Seni juga merupakan tempat menghimpun para perupa khususnya pelukis untuk berekspresi," pungkasnya.

Desa Seni dan Kerajinan TMII dapat menjadi salah satu destinasi pilihan pengunjung TMII di hari libur. Kawasannya yang teduh dibawah rimbunnya pepohonan besar dapat memberi rasa nyaman bagi pengunjung untuk memilih-milih buku langka buruannya maupun untuk memilih lukisan maupun ukiran khas Indonesia.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Miechaell Koagouw
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: