KAMIS, 13 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Beberapa hari yang lalu, sejumlah pegawai di lingkungan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia ditangkap dan diamankan aparat kepolisian gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan dugaan melakukan tindak kejahatan menerima suap dan melakukan pungutan liar terkait dengan perizinan bagian pelayanan publik di Kantor Pusat Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.


Tak lama kemudian, tiga orang petugas kepolisian yang melayani pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) keliling Polda Metro Jaya menyusul ditangkap dan diamankan Petugas Keamanan Internal (Paminal) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya. Ketiga anggota bagian pelayanan SIM tersebut diduga telah menyalahgunakan wewenangnya di luar prosedur dan ketentuan yang ditetapkan sebelumnya.

Menurut keterangan Kombes Pol. Awi Setiono, Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) Polda Metro Jaya melakui siaran persnya kepada wartawan menyebutkan bahwa ada 6 lokasi titik sasaran OTT Paminal Propam Polda Metro Jaya yang dijadikan sasaran terkait dengan pemberantasan suap dan pungli terkait dengan pelayanan publik secara langsung kepada warga masyarakat.

Beberapa tempat yang dijadikan sasaran operasi pengerebekan OTT antara lain adalah mobil pelayanan SIM keliling di LTC Glodok, Jakarta Barat, di depan Swalayan Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, di sekitar Mall Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara, di depan showroom Honda, Cawang, Jakarta Timur, di kawasan Mall Palem, Cengkareng, Jakarta Barat dan di sekitar Mall Alam Sutera, Serpong, Kota Tangerang.

Kombes Pol. Awi Setiono, Kabidhumas Polda Metro Jaya dalam siaran persnya mengatakan "ketiga anggota kepolsian yang ditangkap dan diamankan tersebut masing-masing berinisial Brigadir TM, Aiptu Y dan Bripda RS, ketiganya melanggar ketentuan bahwa seharusnya pemohon SIM baru maupun pemohon perpanjangan SIM seharusnya harus mengantongi surat sehat dari dokter, namun pada kenyataannya mereka tetap diberikan SIM meski tanpa disertai dengan surat keterangan sehat dari dokter" katanya kepada wartawan, Kamis (13/10/2016).

"Dalam OTT tersebut petugas Paminal Propam Polda Metro Jaya juga berhasil mengamankan uang tunai dengan total senilai lebih dari 12 juta Rupiah yang sebagian besar diduga berasal dari pungutan liar sebagai pengganti surat keterangan sehat dari dokter dengan tarif sekitar 25 ribu Rupiah per orang yang akan membuat SIM baru maupun orang yang sedang mengajukan permohonan perpanjangan SIM yang lama," demikian dikatakan Awi Setiono dalam siaran persnya.
[Eko Sulestyono]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: