SELASA, 11 OKTOBER 2016

PONOROGO --- Semenjak awal bulan September lalu, Ponorogo memang sering diguyur hujan. Selain mengakibatkan bencana, seperti banjir dan longsor ternyata hujan juga membawa bencana tersendiri untuk para petani. Terutama petani tembakau, usai diguyur hujan secara terus menerus kini tanaman tembakau banyak yang menguning dan mati.


Salah satunya milik Paham (56 tahun), warga Desa Kunti, Kecamatan Bungkal yang mengeluhkan tanaman tembakaunya mati.

"Padahal usianya sudah 5 bulan, sayang sebenarnya, tapi mau gimana lagi," ujarnya kepada Cendana News, Selasa (11/10/2016).

Menurutnya, awal pertumbuhan tanaman tembakaunya sudah cukup bagus. Namun karena sempat terendam banjir beberapa kali, akhirnya tembakaunya pun menguning dan mati.

"Saya biarkan begitu saja, sekarang bingung mau menanam apa. Hujannya tidak berhenti-berhenti," paparnya.

Ciri-ciri yang ditunjukkan oleh tembakau yang sering terendam air, mulai dari daunnya mengelinting. Kemudian berubah warna menjadi kuning dan lama kelamaan layu dan akhirnya mati.

"Saya sudah berusaha membuang air ke saluran, tapi kalau salurannya juga penuh air saya juga bingung mau buang kemana," cakapnya.

Lahan seluas 750 meter persegi miliknya pun tampak mengenaskan bagaiman tidak selain karena tanaman tembakaunya mati, juga karena tingginya rumput akibat dibiarkan oleh pemilik.

"Saya sudah malas ke sawah lagi, apalagi tiap kali hujan dengan intensitas sedang dan lama bisa membawa banjir ke lahan kami," pungkasnya. 
[Charolin Pebrianti]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: