SENIN, 17 OKTOBER 2016

PONOROGO --- Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Ponorogo, Sumani janjikan akan terus mengawasi proses pemulangan jenazah TKW asal Kelurahan Surodikraman, Ponorogo, Dinia Sabatini (22) yang dikabarkan meninggal di apartemen tempatnya bekerja di Hongkong pada Minggu (9/10/2016).

Kadinsosnakertrans Ponorogo, Sumani
Bahkan pihaknya bersama BNP2TKI dan Kementerian Luar negeri telah melakukan kesepakatan dengan majikan tempat Dinia bekerja yang akan memberikan santunan sebesar 20 ribu dollar Hongkong atau setara Rp 33 juta.

"Bahkan PT yang memberangkatkan bersedia membantu dengan meneliti sisa gaji, memberikan uang tali asih dan biaya pemakaman," jelasnya kepada Cendana News saat ditemui di kantornya, Senin (17/10/2016).

Perlakuan ini memang layak diberikan kepada Dinia dan keluarga, pasalnya Dinia bekerja ke Luar Negeri (LN) dengan cara legal sehingga berbagai upaya untuk mendapatkan haknya diupayakan betul oleh Dinsosnakertrans.

"Kalau untuk asuransi dalam negeri dan luar negeri masih menunggu hasil otopsi," ujarnya.

Hingga saat ini kabar hasil otopsi mayat Dinia belum ada, sehingga pihak Dinsosnakertrans pun belum berani mengusut asuransi.

"Kalau bantuan dari Dinsosnakertrans ada mobil ambulan gratis dari Bandara Juanda sampai rumah dan ada bantuan seadanya," paparnya.

Kabar penyebab meninggalnya Dinia hingga saat ini belum diketahui, apakah hasil bunuh diri, kecelakaan kerja ataukah sakit. Namun Dinsosnakertrans pastikan Dinia tidak punya riwayat sakit.

"Sebelum berangkat kerja ke LN ada prosedurnya, termasuk cek kesehatan," pungkasnya.

Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: