KAMIS, 6 OKTOBER 2016

ACEH --- Puluhan warga Desa Cot Kupok, Kecamatan Bhaktiya Barat, Kebupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor Bupati Aceh Utara, Kamis (6/10/2016). Massa meminta bupati untuk memecat kepala desa karena dianggap menggelapkan dana desa.


Pantauan Cendana News, massa yang datang dari desa Cot Kupok tersebut tiba di Lhokseumawe (lokasi kantor Bupati Aceh Utara) sekitar pukul 10.30 wib. Massa berkumpul di dekat Masjid Agung Islamic Center sebelum bergerak ke kantor bupati pada pukul 11.15 wib.

Rombongan massa dipimpin oleh sejumlah mahasiswa yang menggunakan almamater dan mengaku berasal dari desa tersebut. kemudian tampak sejumlah pemuda, dan beberapa orang tua termasuk sejumlah ibu-ibu.

Tiba di kantor Bupati Aceh Utara, massa disambut barikade kepolisian yang telah menjaga tepat di depan pintu masuk kantor bupati. Puluhan polisi dari Kepolian Resor (Polres) Lhokseumawe tampak menjaga jalannya aksi demonstrasi.

Massa juga membawa sejumlah karton yang ditulis dengan beberapa aspirasi massa. Menggunakan alat pengeras suara, massa kemudian menyampaikan aspirasi mereka yang menginginkan agar Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, untuk memecat bupati Desa Cot Kupok, Tarmizi.

“Kedatangan kita esini, kita meminta Bupati Aceh Utara untuk mencabut mandat saudara Tarmizi segabai keuchik (kepala desa, red) di desa kami, alasannya karena beliau tidak tranparan dalam pengelolaan dana desa tahun 2015,” ujar Barmawi, koordinator aksi kepada Cendana News.

Ia menambahkan, tidak transparansinya kepala desa tersebut merupakan pelanggaran undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang transparansi dan akuntabilitas. Katanya, aparatur desa juga sejauh ini dipandang gagal dalam mensejahterakan warga dengan adanya dana desa tersebut.

“Kami seluruh elemen masyarakat gampong (desa, red) Cot Kupok menyatakan mosi tidak percaya kepada aparatur desa dalam pengelolaan dana desa, kita harap bupati dalam hal ini Muhammad Thaib segera mencabut mandat kechik desa Cot Kupok,” pungkas Barmawi.

Jurnalis : Zulfikar Husein / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Zulfikar Husein


Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: