SENIN, 10 OKTOBER 2016

LHOKSEUMAWE---Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Aceh, menggelar festival Rapai Urouh (alat musik tradisional Aceh, red) di Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Festival kesenian tradisional tersebut diikuti oleh empat tim yang mewakili masing-masing kecamatan yang ada di kota tersebut.


Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kota Lhokseumawe, Nazaruddin, mengatakan festival Rapai Urouh tersebut rutin digelar setiap tahunnya. Tahun ini, peserta festival juga memperebutkan piala bergilir Ketua DPRK Lhokseumawe.

Selain itu, panitia pelaksana juga melakukan sedikit reformasi pada tingkat peserta. “Pada festival kali ini sedikiti berbeda karena pesertanya kita batasi usia, kita prioritaskan anak-anak muda yang ikut dalam festival kesenian lokal ini,” ujar Nazaruddin.

Nazaruddin menambahkan, tujuan pembatasan usia dan lebih mengedepankan usia muda agar kesenian tradisional tersebut diminati oleh kalangan muda. Pasalnya, menurut Nazaruddin, selama ini anak-anak muda tidak banyak yang menyukai kesenian lokal yang sudah ada sejak zaman kerajaan tersebut.

“Kedepan kita berharap, selain menjadi agenda tahunan, festival rapai ini juga menjadi ajang untuk menarik minat dan bakat anak muda untuk ikut melestarikan kebudayaan dan kesenian lokal agar kesenian lokal dan tradisional ini tidak punah,” pungkas Nazaruddin.

Untuk diketahui, Rapai adalah salah satu alat musik tradisional jenis tabuh yang dimiliki masyarakat Aceh. Alat musik ini biasnya dimainkan oleh sekitar 8 sampai 10 atau 12 orang yang biasa disebut dengan sebutan Awak Rapai.

Jurnalis : Zulfikar Husein / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Zulfikar Husein
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: