RABU, 19 OKTOBER 2016

BANDUNG --- Bicara soal perang tak melulu melibatkan tentara maupun peluru. Seperti dilakukan warga Kampung Cikareumbi Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang menggunakan tomat matang dan busuk sebagai senjatanya, pada Rabu (19/10).


Kegiatan tersebut rutin digelar sejak lima tahun lalu, dimana bagian dari hajat 'ngaruwat bumi atau hajat buruan". Masyarakat sekitar menyebutnya Rempug Tarung Adu Tomat alias perang tomat. Penggiat seni dan budaya, Mas Nanu Muda menyampaikan sekitar dua ton tomat disiapkan untuk acara ini.

"Ini merupakan bentuk syukur atas diberikannya tanah yang subur dan air yang melimpah serta sebagai ungkapan membuang sial segala macam hal buruk atau sifat tidak baik dalam diri masyarakat maupun yang berkaitan dengan penyakit tanaman," ujar Nanu seusai acara.

Perang dimulai setelah mendapatkan aba-aba dari tokoh kampung. Setiap kubu terdiri dari 10 orang prajurit yang dilengkapi aksesoris pelindung dari bambu. Setelah itu, pengunjung pun ikut serta pada acara ini. Bahkan awak media pun tak luput terkena lemparan.

"Seusai acara warga secara bergotong royong membersihkan tomat busuk yang berserakan di jalanan lalu mereka saling bersalaman dan memaafkan, tidak ada rasa dendam, semuanya besuka cita setelah acara," kata Nanu.

Perang tomat inu dilakukan sejak lima tahun lalu ketika harga tomat pernah anjlok sampai Rp 200 per kilogram. Karena persediaan tomat menumpuk warga lantas menggagas perang dengan menggunakan tomat busuk.

Nanu sampaikan, kegiatan tersebut juga sebagai simbol untuk melempar sifat jelek yang ada di pribadi seserorang.
Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Rianto Nudiansyah

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: