SELASA, 11 OKTOBER 2016

BALI --- ‎Tertangkapnya GS, warga negara Australia dan DM warga negara Inggris membuat mata kita terhenyak. Pasalnya, tak selang berapa lama petugas kepolisian berhasil mengamankan seorang petugas TNI berinisial PH. Dari keterangan petugas berpangkat Serka itu diketahui jika ia mendapat pasokan narkotika jenis sabu-sabu dari anggota polisi yang bertugas di Polda Bali berinisial KO.


‎Tertangkapnya PH bermula dari pemeriksaan terhadap telepon genggam milik GS. Saat diperiksa, terdapat percakapan dengan PH mengenai narkotika yang menggunakan bahasa sandi. ‎Petugas kemudian memancing dengan mengirimkan pesan singkat pembelian sabu-sabu. Traksaksi pun dilakukan di Jalan Tunggak Bungin, Banjar Betngandang, Sanur, Denpasar.

Begitu tiba, pria tersebut langsung diamankan. Dari hasil pemeriksaan, ternyata masih merupakan anggota TNI aktif. Dari tangan PH petugas mendapatkan dua paket sabu-sabu dan pipa kaca di dalam tas kulit warna hitam.

Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto mengaku belum mendapatkan laporan tersebut. "Saya cek dulu. Saya belum terima laporan terkait informasi itu," kata Kapolda, Senin 10 Oktober 2016.

Jika terbukti, Sugeng berjanji akan mengambil tindakan tegas bagi anggotanya yang terlibat sindikat narkotika.‎ Menurut dia, komitmen itu telah ditunjukkan dengan sanksi yang diberikan kepada Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Komisaris Besar Franky Haryanto yang telah dicopot dari jabatannya.

"Jangankan anggota di bawah, direktur (Kombes Franky) saja di cabut dari tugas dan jabatannya di Polda. Kalau ada anggota Polri yang main-main dengan narkoba, silakan infokan dan akan kita tindak tegas," tandasnya.

Jurnalis : Booby Andalan / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Bobby Andalan
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: