RABU, 12 OKTOBER 2016

SOLO --- Pernyataan Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta, Djan Fariz yang mendukung Basuki Tjahaya Poernma atau Ahok dalam Pilkada DKI menjadi polemik sendiri di internal kubunya. Pasalnya, dukungan Djan Fariz itu tidak disetujui para loyalisnya di Solo, Jawa Tengah.


Hal itu diungkapkan pengurus DPC PPP hasil Muktamar Jakarta, se-eks Karisedenan Surakarta, saat melakukan pertemuan di kediaman tokoh Mega Bintang Solo, Moedrik Sangidu, pada Rabu (12/10/16). 

“Kami sangat menyayangkan langkah Djan Farid yang rela menjual aqidah partai dengan mendukung Ahok dalam Pilkada DKI. Ini sangat kami sesalkan, karena yang selama ini kami mendukung penuh Djan Fariz di PPP,” papar Ketua DPC PPP Wonogiri Anding Sukirman.

Dalam pertemuan itu juga hadiri Ketua DPC PPP Sragen, Sukoharjo, Klaten, Solo dan Karanganyar. Pertemuan itu seluruhnya ketua DPC PPP se Solo Raya sepakat, jika mereka menolak  dukungan Djan Fariz kepada Ahok dalam pilkada DKI Jakarta 2017 nanti. 

“Intinya kami akan tidak sependapat dengan Ketua Umum. Jika hanya untuk mencari pengakuan dari pemerintah, Djan Fariz tidak harus mengorbankan idiologi partai,” tandas Mukhlis Mursidi Ketua DPC PPP Klaten.

Anggota Majlis Pertimbangan Partai (MPP) PPP, Moedrik Sangidu juga mengaku sangat menyasalkan langkah Djan Fariz dalam dukungannya pada Pilkada DKI Jakarta. Bahkan secara terang-terangan Moderick menyebut, Djan Fariz telah menggadaikan ideologi PPP yang berbasis islam dengan kepentingan sesaat. 

“Saya kira apa yang akan didapatkan Djan Fariz  hingga mendukung Ahok tak lebih dari pepesan kosong. Saya berulang kali memberi masukan agar tidak mendukung Ahok, rupaya tidak direspon,” imbuhnya.

Selain menjadi polemik, dukungan Djan Fariz terhadap Ahok itu berdampak pada loyalis yang selama ini mendukung dirinya. Moedrick memastikan, jika Djan Fariz tidak menarik dukungan dari Ahok, para loyalis Djan Farid yang ada di Solo Raya akan menarik diri. 

“Kami beri waktu 3 hari untuk Djan Fariz menarik diri. Jika tidak kami akan tarik dukungan dari Djan Fariz. Tarik diri ini bukan langsung merapat ke kubu Romi, tetapi kami akan tetap PPP,” pungkasnya. 
[Harun Alrosid]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: