MINGGU, 16 OKTOBER 2016

LOMBOK --- Menikmati aneka kuliner dan aneka masakan nusantara dengan berbagai paduan rasa yang mengundang selera, senantiasa menjadi buruan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Setiap daerah memiliki masakan dan aneka. kuliner khas daerah dengan cita rasa yang berbeda, mulai dari bahan hingga rasa yang berbeda pula.


Pulau Lombok misalkan, selain ayam Taliwang, nasi puyung yang terkenal akan kepedesannya, sate bulayak, sate tanjung dan beberapa aneka kuliner lain, Lombok juga memiliki kuliner sate Rembige

Seperti sate bulayak, bahan sate Rembiga juga terbuat dari daging sapi, tapi yang membedakannya dengan sate Tanjung Lombok Utara maupun sate bulayak adalah, soal rasa dan racikan bumbu sate yang disajikan.

Sate ini sendiri, dinamakan sate Rembiga, diambil dari nama Kelurahan Rembiga Kota Mataram sebagai Kelurahan yang pertama kali tempat sate Rembige dipopulerkan sampai sekarang dan memang banyak dijual di seputaran Rembiga.

Daging sate Rembiga proses pembakarannya dibungkus menggunakan daun pisang, pembakaran sate menggunakan daun pisang biasanya akan dilakukan hingga daun pisang menguning dan terbakar.

Sate yang dibakar menggunakan daun pisang biasanya akan mengeluarkan bau harum yang sangat menggugah selera dan memancing setiap orang yang mencium baunya menjadi lapar dan ingin segera mencicipi.

Selain itu, yang membedakan sate Rembiga dengan sate Bulayak adalah racikan bumbu yang enak dan gurih serta tidak terlalu pedes, sehingga bisa dinikmati oleh siapapun wisatawan


Dari sisi harga pun, sate rembiga cukup bersahabat, bagi anda wisatawan yang menikmati empuknya sate rembiga dengan racikan bumbu yang terkenal enak, cukup hanya membayar 20 ribu rupiah saja, anda sudah bisa menikmati ditambah satu porsi lontong kecil.
[Turmuzi]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: