RABU, 19 OKTOBER 2016

MALANG --- Keterbatasan fisik atau disabilitas tentunya akan membuat aktivitas dari seseorang menjadi berkurang, terutama pada penyandang disabilitas tingkat tinggi yang dalam artian mengalami keterbatasan pada seluruh bagian tubuhnya. Dari adanya permasalahan tersebut, grup riset komputer vision Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) membuat terobosan baru dengan menciptakan sepeda motor roda tiga 'Mini Electric Seater' (MES).


"Cara kerja dari sepeda motor ini yaitu dikendalikan melalui gerakan bola mata. Saat bola mata bergerak ke arah kanan maka roda juga akan berbelok kearah kanan, begitupula jika bola mata bergerak ke kiri maka roda akan berbelok ke kiri. Sedangkan untuk berhenti, pengendara cukup memejamkan matanya saja," terang ketua grup riset komputer vision, Fitri Utaminingrum saat berada di ajang Universitas Brawijaya Information Tekhnologi Inovation Gathering (UB ITIG), Rabu (19/10/2016).

Lebih lanjut ia menyebutkan, sama dengan project sebelumnya Smart Wheelchair, Mini Elecktrik Seater ini juga dilengkapi dengan deteksi halangan untuk keselamatan pengendara. Bedanya pada Mini Elecktrik Seater ini timnya menggunakan stereo vision dengan memanfaatkan kamera.

"Nanti rencananya kami tidak menggunakan sabuk pengaman, tetapi agar lebih aman kita akan memasang tambahan pengaman seperti yang biasa dipakai di permainan Jet coster," ucapnya. 

Sepeda motor ini hanya dapat digunakan oleh penyandang disabilitas tetapi juga dapat dikendarai oleh seorang penderita stroke berat yang tidak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya tetapi yang masih berfungsi hanya bola matanya saja.

Sementara itu Fitri juga mengatakan, Mini Elecktrik Seater ini juga akan terus dikembangkan melalui kerjasama kolaborasi riset dengan pihak Jepang.

"Rencananya untuk riset kolaborasi dengan Jepang ini hanya meminta saran maupun pendapat untuk meningkatkan performa sistem dari Mini Elecktrik Seater. Karena bagaimanapun juga dari segi teknologi Jepang lebih maju. Tetapi untuk produknya sudah kita patenkan milik kita karena ide atau gagasannya memang murni dari kami," tegasnya.


Kedepannya sesuai dengan rencana awal, kami ingin mengembangkan Mini Elecktrik Seater maupun Smart Wheelchair agar bisa terdapat tiga menu pengoperasian di dalam kedua produk tersebut. Menu pengoperasian tersebut yakni melalui deteksi suara, gerakan bola mata dan gerakan kepala.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: