SELASA, 4 OKTOBER 2016

SURABAYA --- Terkait informasi beredarnya foto Dimas Kanjeng Taat Pribadi dengan Dahlan Iskan selaku dewan penasehat  Badan Peneliti Independen Kekayaan Pejabat Negara dan Pengusaha Nasional (BPI KPN-PN) beserta Fonda Tangguh selaku Wakil Sekjen BPI KPN-PN di sebuah acara pertemuan di Surabaya ditanggapi Fonda dengan memberikan beberapa keterangan saat menggelar jumpa pers.


Dalam jumpa pers yang dilakukan Selasa (04/10/2016) Fonda menerangkan, ia mengetahui sepak terjang Dimas Kanjeng Taat Pribadi sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pembunuhan, penipuan dan pencucian uang dari informasi media.

"Sebelum saya masuk, Dimas Kanjeng ini sudah aktif dalam BPI KPN-PN," tuturnya.

Di dalam BPI KPN-PN, lanjut Fonda, dirinya menjadi anggota kurang lebih satu tahun. Dan menjadi Wakil Sekjen selama tiga bulan. Setelah ada pemilihan Sekjen baru bulan juli, semenjak itu dirinya sudah tidak aktif lagi di BPI KPN-PN dan sudah tidak menjabat sebagai Wakil Sekjen.

"Mengenai kedekatan Ketua Umum BPI KPN-PN dengan Dimas Kanjeng saya tidak tahu sedekat apa. Yang jelas saya tekankan lagi, sebelum saya masuk Dimas Kanjeng sudah aktif di BPI KPN-PN," tambahnya.

Kemudian mengenai pemberitaan tentang pernyataan pengunduran diri Dahlan Iskan, Fonda menjelaskan, bahwa hal tersebut benar adanya.

"Dulu saya tertarik masuk BPI KPN-PN karena menurut saya nama BPI KPN-PN itu keren. Di kantornya saya melihat banyak foto Ketum bersama pejabat tinggi Polri dan pejabat negara,"pungkasnya.
[Nanang WP]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: