RABU, 19 OKTOBER 2016

MBAY --- Warga 3 desa dari 3 kecamatan di kabupaten Nagekeo yakni desa Rendubutowe kecamatan Aesesa Selatan,desa Labolewa kecamatan Aesesa dan desa Ulupulu kecamatan Nangaroro,Selasa (18/10/2016) malam menggelar doa bersama dengan menyalakan lilin di lokasi jalan pintu masuk menuju areal yang direncanakan akan dibangun waduk Lambo.


Selain itu,usai berdoa bersama menurut keyakinan agama Katolik ratusan warga pun mendengar petuah adat yang disampaikan oleh ketua suku Gaja Leonardus Suru yang disampaikan dalam bahasa daerah.

“Setelah laksanakan ritual adat kami laksanakan doa dan bakar lilin bersama meminta restu Tuhan dan leluhur kami agar mendengar keluhan warga yang dintimidasi pemerintah,” ujar Siti Aisyah.


Waduk Lambo lanjut Siti kepada Cendana News,seharusnya tidak dibangun di lokasi yang sekarang.Sekali lagi pihaknya meminta presiden Jokowi mendengar keluhan warga.Warga tidak menolak waduk hanya meminta lokasinya di geser saja ke sebelah utara sejauh 3 kilometer,

“Presiden Jokowi tolong dengar keluhan kami.Kami tidak anti pembangunan,bahkan kami siapkan lahan untuk bangun waduk di tempat yang bukan lokasi saat ini,” ungkapnya.


Waduk Lambo tambahnya,lokasinya tidak layak di tempat sekarangs ebab ada kubur leluhur,kampung adat dan pemukiman serta lahan pertanian milik masyarakat.Pemda Nagekeo pun tidak mengatakan ada solusi untuk warga.

“Kami minta tolong presiden Jokowi sebab kami ditekan Pemda Nagekeo sejak Maret sampai Oktober.Mereka bangun posko di lokasi untuk menakuti kami,” tuturnya.


Ketua forum Bernardinus Gaso berharap agar pemerintah tidak perlu lagi mengganggu masyarakat lagi sebab saat ini sudah mulai memasuki musim tanam dan warga belum membersihkan lahan kebun.

“Semua warga berharap kepada presiden agar mendengar keluhan warga dan memindahkan lokasi waduk karena tidak melewati proses dan persetujuan warga,” pungkasnya.


Disaksikan Cendana News, aksi seribu lilin diikuti juga oleh anak-anak dengan khusuk berdoa.Bahkan saat ibu-ibu mereka menangis,anak-anak ini pun ikut terharu dan mengucurkan air mata.

Aksi dilaksanakan di depan pintu pagar jalan yang menjadi pintu masuk menuju lokasi pembangunan waduk.Warga menyalakan lilin di jalan dan berdoa dan bernyanyi dengan khusuk.Warga pun serius mendengar petuah adat yang disampaikan.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Ebed De Rosary
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: