JUM'AT, 7 OKTOBER 2016

LHOKSEUMAWE --- Jurnalis di Lhokseumawe, Aceh, menggelar aksi di depan Taman Riyadhah Lhokseumawe, Jumat (7/10/2016). Dalam aksinya, awak media tersebut sampaikan 4 poin sebagai bentuk pernyataan sikap untuk meolak sebagai bentuk aksi kekerasan yang dilakukan oleh pihak TNI.


“Kami, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA) meminta oknum TNI yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis di Madiun dan di Medan, segera diadili di Pengadilan Militer,” ujar Agam Khalilullah, Koordinator Aksi, kepada Cendana News .

Selain itu, tambah Agam, mereka juga mendesak Panglima TNI agar segera melakukan reformasi birokrasi di tubuh TNI. Hal tersebut dipandang perlu agar militer tidak mengedepankan kekerasan dalam menyikapi setiap masalah.

Tidak hanya itu, awak media tersebut juga menyerukan pemboikotan untuk seluruh pemberitaan yang digelar oleh pihak TNI. Hal tersebut kata Agam akan dilakukan hingga persoalan kekerasan terhadap jurnalis diselesaikan secara hukum.

“Menolak dan melawan arogansi dan sikap represif dari anggota TNI. Lalu kita mengajak seluruh jurnalias di Indonesia untuk memboikot peliputan setiap kegiatan TNI, sampai kasus tersebut dinyatakan selesai,” pungkas Agam.

Diberitakan sebelumnya, puluhan awak media yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA) menggelar aksi damai di depan Taman Riyadhah Lhokseumawe, Jumat (7/10/2016). Aksi tersebut digelar menyusul kembali terjadinya kasus penganiayaan yang dilakukan oleh TNI terhadap jurnalis di Madiun dan Medan.

Jurnalis : Zulfikar Husien / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Zulfikar Husien
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: