KAMIS, 13 OKTOBER 2016

MATARAM --- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zainul Majdi mengatakan, keberadaan Al-Qur'an sebagai pedoman kehidupan umat islam, tidak saja sekedar untuk dibaca dan difahami, tapi ajaran yang terkandung di dalamnya juga harus dipraktekkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari - hari


"Al-Qur'an bukan sekedar untuk dibaca, tapi juga dipelajari dan dipedomani, kemudian ajaran yang terkandung di dalamnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari" kata Majdi di Mataram, Kamis (13/10/2016).

Selain itu, Majdi menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan saripati dan kekuatan bagi umat Islam, karenanya, orang nomor satu di NTB tersebut berpesan kepada seluruh santriwan dan santriwati untuk menjaga dan memelihara Al-Qur’an.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan menghafal dan menuliskan Al-Qur’an, menjaga ajaranya, bukan dengan berteriak atau membuat keributan, tapi dengan kita cintai.

"Baca, pegang teguh ajarannya, tuliskan ayat-ayatnya, simpan ajarannya ke dalam dada, yakini sepenuh hati dan berusaha mengamalkannya,” tuturnya.

Kepada para santriwan dan santriwati ia berpesan untuk senantiasa bersabar dalam menuntut ilmu, karena menuntut ilmu tersebut memiliki ruang dan waktu, yang harus dijalani dengan pengorbanan dan penuh kesabaran.

Kegiatan pencanangan budaya penlisan mushaf Al-Qur'an sendiri digelar Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi NTB dalam rangka Gebyar Hari Santri, tanggal 22 Oktober 2016 mendatang.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi 

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: