KAMIS, 13 OKTOBER 2016

MALANG --- Tidak akan diterima doa seseorang dan tidak akan diterima pula 40 hari amal ibadah seseorang ketika tubuhnya dimasuki makanan haram yang jelas-jelas dilarang dalam agama. Demikian yang disampaikan Ketua Umum Halalan Toyyiban Science Centre Universitas Brawijaya (UB), Prof. Sukoso saat memberikan kuliah tujuh menit di Masjid Raden Patah, Rabu (12/10/2016).


Menurutnya, sekarang kebanyakan orang lalai dengan urusan makanan, yang terpenting bagi mereka saat ini adalah enak di mulut dan mengenyangkan.

"Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya mengingatkan pentingnya Halalan Toyyiban pada setiap makanan yang kita konsumsi,"ucapnya.

Kenapa kami gencar mengingatkan hal tersebut karena kesadaran kehalalan makanan di Indonesia dengan sertifikat kehalalan lahir dari kampus UB atas perjuangan Almarhum Prof. Dr. Tri Susanto yang mengungkapkan bahwa makanan di sekitar tidak jelas kehalalannya, bahkan saat itu ada pernyataan diduga mengandung babi.

"Maka oleh karena itu, kami dari pihak UB sangat konsen untuk meneruskan perjuangan tersebut dengan membangun kantin Halalan Toyyiban,"ucapnya.

Lebih lanjut Guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini juga mengatakan, jika ada doa seseorang yang tidak di kabulkan maka evaluasi makanan yang dikonsumsi. Jika panggilan adzan tidak juga membangun seseorang untuk melaksanakan shalat subuh, maka evaluasi makanannya karena makanan haram yang ada di dalam tubuh inilah yang memberatkan kaki kita untuk melangkah ke Masjid.

"Termasuk urusan korupsi juga akan terselesaikan jika saja bangsa Indonesia ini semuanya mengkonsumsi makanan yang Halalan Toyyiban. Karena makanan tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun sikap seseorang,"jelasnya.
[Agus Nurchaliq]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: