SABTU, 1 OKTOBER 2016

BANYUMAS --- Penghargaan tingkat nasional yang diterima Kabupaten Banyumas pada Kamis (29/9/2016) disambut bahagia dengan beberapa catatan penting. Diantaranya nasib guru yang belum ada kejelasan.


"Jika kita melihat kenyataannya betapa nasib Guru PAUD masih menjadi pajangan di etalase dunia pendidikan di Indonesia, Kita semua patut menundukan kepala,”sebut Khasanatul Mufidah, pengajar PAUD di Kecamatan Patikraja Banyumas melalui catatan tertulisnya kepada Cendana News, Sabtu (01/10/2016).

Dikatakan, apalah artinya segudang pujian dan capaian jika kita sandarkan harapan lahirnya generasi emas Indonesia di pundak rapuh yang masih menanggung beban biaya hidup tak terhingga.

Disebutkan, atas nama "kompetensi dan kualifikasi" mereka dipaksa rela mengeluarkan ratusan ribu dana untuk sekedar menerima materi dasar pelatihan. Dan ratusan ribu buat mereka adalah hal yang tak pernah mereka kecap setiap bulannya.

“Pada kenyataannya tuntutan terhadap kami tidak jauh berbeda dengan mereka yang bergaji, kami lakukan kewajiban kami dengan penuh dedikasi, yang kami sayangkan walaupun ada Perda tentang PAUD namun mereka tidak pernah peduli atas nasib kami,"sebutnya.

Ia berharap nasib guru PAUD yang telah berjuang untuk lahirnya generasi emas Indonesia mendapat perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Banyumas.
[Yusfi Wawan Sepriyadi]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: