RABU, 12 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Ketua PP Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (Himmah), Aminullah Aiagian menilai, jelang dua tahun Kepemimpinan Jokowi-JK, problematika kebangsaan makin tidak menentu.

"Kualitas pemerintahan saat ini sangat jauh dari janji-janji politik Jokowi-JK yang disampaikan saat Pilpres 2014,"kata Aminullah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Aminudin memaparkan, dua tahun berjalannya pemerintahan Jokowi-JK tidak berjalan sesuai prinsip good governance. Pembangunan nasional tidak merata. Proyek infrastruktur strategis dibiayai dengan utang dan dikerjakan oleh pekerja asing.

"Penyerapan tenaga kerja lokal sangat rendah dalam proyek-proyek strategis, Pembangunan infrastruktur yang tidak merata antar daerah,"imbuhnya

Ia juga mengevaluasi Kedaulatan Pangan dan Perdagangan Internasional. Hampir semua pangan masih impor, Kedaulatan pangan sulit terwujud karena masih banyaknya para mafia dan spekulan.

"Mahalnya harga pupuk dan bibit sehingga semakin mempersulit petani," Ungkapnya

Disampaikan, mempertajam fakta-fakta yang ada, 12 organisasi mahasiswa berniat melaksanakan Simposim Nasional Mahasiswa Indonesia yang diikuti oleh 500 perwakilan mahasiswa seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan menghadirkan narasumber dari tokoh-tokoh bangsa dari kalangan akademisi, praktisi, birokrat, dan sebagainya. Agenda tersebut, rencananya dilaksanakan pada 19 Oktober 2016 di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat.

Selain itu, Sambungnya, Manifesto Mahasiswa untuk pemerintahan Jokowi-JK akan disampaikan dalam rapat umum “Aliansi Mahasiswa Menggugat” pada 20 Oktober 2016 bertepatan dengan 2 tahun pemerintahan Jokowi-JK.
[Adista Pattisahusiwa]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: