JUM'AT, 7 OKTOBER 2016

MATARAM --- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Amin meminta kepada masyarakat NTB yang hendak bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) supaya tetap menempuh jalur resmi.


Pasalnya, kalau keberangkatan dilakukan melalui jalur tidak resmi, selain tidak mendapatkan asuransi, juga rawan dieksploitasi oleh perusahaan nakal yang memberangkatkan TKI

“Saya harap kepada para TKI yang akan bekerja di luar negeri harus melengkapi berkas atau persyaratan, agar tidak ada peluang bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengeksploitasi TKI kita,” ujar Amin saat menghadiri peringatan hari ulang tahun pertama Forum Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (FP2TKI) NTB di Mataram, Jum'at (7/10/2016)

Ia mengatakan, selama ini, bagi sebagian besar masyarakat NTB, pilihan bekerja di luar negeri menjadi alternatif pekerjaan yang paling diminati oleh warga NTB. Hal ini menempatkan NTB di peringkat ketiga dalam pengiriman TKI

Setiap tahun jumlah masyarakat yang bekerja di luar negeri selalu mengalami peningkatan, tahun 2015 saja jumlahnya sekitar 50 ribu orang

"Dengan tingginya warga NTB yang menjadi TKI, Wagub ingin kedepannya FP2TKI dapat menjadi forum yang strategis untuk bersinergi dengan berbagai stakeholders untuk melindungi TKI. “

Lebih lanjut Amin juga mengingatkan, bahwa TKI bagaimanapun telah berkontribusi besar bagi sumber pemasukan PAD NTB, karena itu, ia menekankan TKI harus mendapat perlindungan, penempatan yang layak serta keterampilan yang cukup,

Sementara itu, Ketua FP2TKI Juaini, menjelaskan, lahirnya forum ini adalah untuk mengatasi keresahan akan nasib TKI terhadap kerasnya kompetisi terkait penempatan kerja

Pemerintah Malaysia menerapkan beberapa kebijakan yang cukup memberatkan bagi pemerintah Indonesia, yaitu adanya beban pembiayaan yang harus dibayarkan pihak Indonesia kepada pihak pihak penempatan tenaga kerja

"Melalui FP2TKI, Kami ingin berperan lebih aktif dengan berbagai pihak dalam upaya melindungi TKI terutama terkait dengan penempatan kerja,” harapnya.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: