SELASA, 4 OKTOBER 2016

MAUMERE---Badan Pimpinan Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) provinsi NTT merencanakan akan membangun 600 Rumah Sejahtera Tapak (RST) di Maumere, Kabupaten Sikka diawal tahun 2017.

Pengurus BPD Hipmi NTT

Demikian disampaikan Bobby Lianto, Ketua Bidang IX  Hubungan Internasional dan Pariwisata BPD Hipmi NTT dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Maumere,Senin (3/10/2016) malam.

Dikatakan Bobby, setelah tiba di Kabupaten Sikka dan melihat beberapa lokasi di Maumere, pihaknya tertarik membangun perumahan setelah melihat potensi yang ada dan belum digarap secara maksimal.

“Kami berencana awal tahun 2017 akan mulai melakukan pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini. Dalam waktu dekat tim kami akan turun mengurus segala persiapannya,” ujarnya.

Korwil BPD HIPMI untuk wilayah Sumba ini menambahkan, pembangunan perumahan ini merupakan salah satu bagian dari program 1 juta rumah Presiden RI Joko Widodo dimana dulunya disebut KPR Bersubsidi saat ini dinamakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

Ketua bidang IX BPD Hipmi NTT,Bobby Lianto

“Ini bukan proyek pemerintah tapi dibangun oleh kami dan diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” terangnya.

Masyarakat berpenghasilan rendah yakni yang memiliki gaji pokok dibawah 4 juta rupiah per bulan dan belum memiliki rumah sendiri. Keuntungan dari memiliki rumah ini yakni uang muka nya cuma 1 persen sekitar 1 juta sampai 1,5 juta rupiah per bulan.

Bunganya pun sebut Bobby  hanya 5 persen per bulan dari bunga umum 12 sampai 14 persen dimana bunga sisanya disubsidi pemerintah. Drainase dan jalan juga disiapkan pemerintah. Bebas PPN dan PPH cuma 1 persen.

“Asuransi  jiwa dan kebakaran dibiayai pemerintah dan dapat subsidi secara langsung 4 juta rupiah. Sementara khusus PNS dapat bonus tambahan dari Bapertarum  5,2 hingga 5,8 juta rupiah,” terangnya.

Terlalu banyak keuntungan yang didapatkan dari memiliki rumah murah ini. Jadi dengan uang muka 1,5 juta rupiah selama 20 tahun sebulan pemilik hanya membayar cicilan sekitar 800 ribu rupiah sebulan.

“Masyarakat yang belum mempunyai rumah segera bersiap-siap karena proyeknya diawal tahun 2017. Nanti setelah 3 hingga 4 tahun uang 800 ribu niainya sama dngan 500 ribu rupiah saja,” pungkasnya. (Ebed de Rosary)

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: