RABU, 5 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA --- Peringatan HUT Ke-71 TNI di setiap jajaran dilangsungkan sederhana. Mengedepankan karya bakti, dengan upacara militer di masing-masing markas komando. Karya bakti kepada masyarakat menjadi poin penting yang ditonjolkan dalam peringatan HUT TNI tahun ini.



Komandan Rayon Militer 07/NGP Ngemplak Sleman, Kapten Infanteri Kamdiyo, ditemui Rabu (5/10/2016) menjelaskan, sesuai kebijakan pimpinan, peringatan HUT TNI Ke-71 kali ini diselenggarakan sederhana, guna mengimbangi situasi sekarang dan tak ingin bermewah-mewah, namun lebih menonjolkan peran aktif anggota dalam melaksanakan tugas sesuai tupoksi dan karya bakti yang berguna bagi masyarakat.

"Komando Rayon Militer 07/NGP sebagai bagian dari Komando Distrik Militer 0732 Sleman, bertugas untuk berinteraksi dengan masyarakat, membantu peran masyarakat sesuai karakteristik dan potensi setempat, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat", katanya.


Sementara itu, berbagai karya nyata telah dilakukan Koramil 07/NGP, antara lain dengan pembuatan saluran irigasi untuk oncoran sawah seluas lebih dari 30 Hektar di wilayah Dusun Gondang Legi, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, memberikan penyuluhan dan ceramah wawasan kebangsaan dan bela negara kepada pelajar, sebagai upaya membentengi generasi muda dari pengaruh-pengaruh negatif budaya asing dan paham-paham lain yang tidak sesuai dengan Pancasila. 

Di bidang pertanian, jelas Kamdiyo, pihaknya selama ini juga telah bekerjasama dengan kelompok tani maupun dengan gabungan kelompok tani di sejumlah desa sebagai implementasi peran sinergi TNI dan masyarakat melalui kegiatan yang dikelola oleh Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Perkebunan Kecamatan (BP3K) di wilayah Ngemplak, guna memberikan pendampingan serta penyuluhan mengenai tata kelola pertanian meliputi cara pola tanam, cocok tanam, budidaya padi dan pembibitan padi dengan teknik sederhana dan mudah dipahami oleh para petani.

"Kita juga mempelopori penggunaan mesin panen untuk efisiensi pengelolaan panen dan pasca panen, di samping karena semakin terbatasnya tenaga manusia sehingga penggunaan mesin pertanian harus dilakukan, agar bisa mencapai swasembada pangan", ungkapnya. 


Tak hanya di bidang pertanian, peran sinergi TNI dan masyarakat di lingkungan Komando Rayon Militer 07/NGP, secara inovatif juga telah berhasil mengembangkan lingkungan bantaran sungai menjadi sebuah obyek wisata alam berbasis masyarakat yang kini dikenal dengan Wisata Air Biru Blue Lagon di Dusun Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. 

Peran aktif TNI dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang keamanan, pertahanan dan peningkatakan kesejahteraan, lanjut Kamdiyo, sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa.

"Dengan sinergi TNI dan masyarakat, tujuan pembangunan akan mudah dicapai. Kami dengan sumber daya yang ada siap mendampingi warga dalam membangun desa sesuai potensinya yang dimiliki", ujar Kamdiyo. 

Jurnalis : KokoTriarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: