SABTU, 15 OKTOBER 2016

PONOROGO --- Hutan kota Jeruksing, Ponorogo dengan luas 2.433 meter persegi dinilai masih minim fasilitas pendukung. Salah satunya tempat sampah yang menyebabkan tumpukan sampah daun kering tergeletak begitu saja di bawah pohon.


Fasilitas umum yang dapat ditemui hanya batu-batu sebagai tempat refleksi kesehatan dan juga tempat duduk serta minim termpat berbelanja karena ada larangan berjualan di hutan kota yang menyebabkan kurangnya minat masyarakat untuk sekedar mampir.

Saat ditanyai tentang kondisi tersebut, Kasubag Humas Pemkab Ponorogo, Setyo Budi Yono mengklaim, saat ini hutan kota jeruksing masih dalam perbaikan.

"Namun yang di Jeruksing karena masih dalam perbaikan jadi belum ada bak sampahnya, itu petugas kebersihannya lupa ambil sampah sepertinya," ujarnya saat dikonfirmasi mengenai hutan kota Jeruksing, Sabtu (15/10/2016).

Menurutnya, hutan kota sendiri memiliki fungsi yang krusial seperti menahan dan menyaring partikel padat di udara. Dapat pula menyerap partikel timbal, mengurangi bahaya hujan asam sekaligus menyerap karbonmonoksida.

"Sekaligus mampu menghasilkan oksigen, menahan angin menyerap dan menangkis bau, menyimpan air, menangkis cahaya silau dan menjadi habitat satwa khususnya burung," paparnya.

Meningat jumlah kendaraan bermotor di Ponorogo tiap tahun bertambah jumlahnya. Perhatian Pemkab pun kini tertuju pada fungsi utama taman dan hutan kota agar terhindar dari polusi.

"Meski terlihat sepi, tapi kadang dimanfaatkan lansia untuk senam pagi," tuturnya.

Pemkab pun memperbolehkan hutan kota dijadikan tempat untuk berolahraga bersama dan berkumpul asal tidak merusak tanaman. Namun terkadang masih saja ditemui warga yang sudah dikasih papan dilarang menginjak masih saja dilanggar, begitu juga dengan kebiasaan membuang sampah tidak ditempatnya.

"Dulu di setiap hutan kota dikasih tempat sampah, tapi malah dirusak dan kadang hilang," ungkapnya.


Diperlukan pula kesadaran warga, supaya merasa ikut memiliki, merawat, mengawasi terhadap fasilitas umum.

"Jadi tidak hanya pemerintah saja, tentu harus sinergis antara pemerintah dan masyarakat," pungkasnya.
[Charolin Pebrianti]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: