SELASA, 11 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Ratusan masyarakat yang tergabung dalam elemen persatuan pemuda Sukadana (Pedas) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Lampung Timur untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi Kota Sukadana yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Lampung Timur. Koordinator aksi yang melakukan orasi dalam kegiatan unjuk rasa tersebut bahkan menyebut Kota Sukadana selama ini nyaris hanya menjadi sebuah kota mati tanpa menunjukkan geliat baik dalam sisi pembangunan maupun kondisi infrastruktur yang tak pernah berubah dari tahun ke tahun. Hal serupa diungkapkan salah satu massa dari elemen Pedas, Sobri, yang mengaku Kota Sukadana bahkan dianggap dianaktirikan akibat belasan tahun semenjak kabupaten tersebut mengalami otonomi dari kabupaten induk Kabupaten Lampung Tengah.


Sobri bahkan mengakui sebagai jantung kota Lampung Timur Kota Sukadana dianggap tidak pernah tersentuh pembangunan padahal menjadi ibukota kabupaten sebagai pusat pemerintahan. Berbagai tuntutan kepada pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang dilakukan oleh elemen Pedas menurut Sobri merupakan ungkapan hati masyarakat Lampung Timur pada umumnya yang berharap adanya kemajuan di berbagai bidang khususnya di Kota Sukadana.

"Kami menuntut agar pemerintah segera melakukan upaya nyata untuk memajukan Kabupaten Lampung Timur ini terutama di kota Sukadana yang merupakan jantung kota kabupaten," ungkap Sobri yang juga diamini oleh massa pengunjuk rasa yang ada di depan kantor bupati Lampung Timur, Selasa (11/10/2016).


Selain itu pengunjukrasa juga mengajukan berbagai tuntutan diantaranya: Pembangunan trotoar di kota Sukadana, pemanfaatan gedung kes Kejaksaan Sukadana, pembangunan talud, pemasangan lampu penerangan jalan di semua titik di Desa Sukadana, pembangunan taman kota diantara dua tanggul di Desa Sukadanapasar. Selain itu pengunjukrasa juga menuntut pemerintah setempat mengembalikan fungsi tanggul penahan air yang kini beralih fungsi menjadi lahan pertanian, membuat tanggul penahan air di belakang pemukiman rumah warga Desa Sukadana, melakukan perbaikan jalan penghubung Desa Sukadana-Desa Rantaujaya, penyediaan bak sampah di tiga titik di Dusun Induk Sukadana.

Para pengunjukrasa yang di jaga ketat oleh personil polisi dari Polres Lampung Timur dan Satpol PP Pemkab Lampung Timur tersebut terlihat menyampaikan aspirasi dengan tertib. Pengunjukrasa juga berharap Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim bisa membuat aturan agar tinggal dan menempati rumah dinas yang sudah disediakan di Lampung Timur.

"Percuma dibuatkan rumah dinas sementara para pejabat pemerintah Kabupaten Lampung Timur justru tinggal di daerah lain dan ini harap menjadi catatan bupati,"ungkap pengunjuk rasa.

Alasan para pejabat agar menempati rumah dinas selain menyianyiakan rumah dinas yang sudah dibangun dan tidak ditempati, keberadaan pejabat di Kabupaten Lampung Timur bisa dengan cepat mengetahui kondisi terkini masyarakat. Selain berbagai tuntutan tersebut massa Pedas berharap pembangunan infrastruktur di Lampung Timur lebih diperhatikan terutama dalam pembangunan jalan jalan yang masih dalam kondisi rusak penghubung antar desa dan kabupaten.

Paska melakukan unjuk rasa menyampaikan aspirasi di depan kantor Bupati Lampung Timur seluruh pengunjuk rasa yang datang berjalan kaki, menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua membubarkan diri.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: