SENIN, 17 OKTOBER 2016

BALIKPAPAN --- Untuk memastikan ketersediaan daging, Pemerintah Kota Balikpapan tetap mendatang sapi dari luar daerah. Meski telah melakukan penggemukan dan pengembangbiakan melalui isenminasi buatan (IB) namun belum dapat mencukupi kebutuhan.


Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Balikpapan, Yosmianto mengakui program IB ini tetap berjalan, namun pasokan sapi tetap didatangkan dari Gorontalo. Karena hingga kebutuhan daging sapi di kota minyak ini masih tinggi.

" Tahun 2015 lalu dari 100 ekor sapi program IB menghasilkan 50  ekor anak sapi. Artinya berhasil untuk tahun 2016. Tapi program 2016 dipangkas dari pusat. Tapi kita tetap jalan masih ada sisa benih IB," jelasnya Senin, (17/10/2016).

Disebutkannya, hingga tahun 2018 mendatang target populasi sapi mencapai 4.000 ekor.

Terkait dengan harga daging sapi yang mengalami kenaikan dan stok yang kurang, Yosmianto menjelaskan sedikitnya pasokan ini perkiraan sementara karena cuaca buruk yang mengganggu proses pengiriman.

"Infonya gelombang tinggi, cuaca buruk. Pengiriman kita masih dari Gorontalo karena disana harganya lebih murah," ujarnya.

Diketahui, biasanya di lokasi rumah potong hewan untuk sapi  perharinya mencapai 30 ekor namun kini hanya 19-20 ekor/hari.

"Karena stok yang kurang makanya upaya penggemukan dan IB terus digalakkan meski anggaran dipangkas. Kita gunakan bibit yang ada," tutupnya.

Jurnalis : Ferry Cahyanti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: