SENIN, 10 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Upaya Muhammad Sanusi, mantan Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk dapat "meloloskan" diri dari jeratan dalam kasus dugaan perkara suap sebesar 2 miliar Rupiah dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Reklamasi Teluk Jakarta tampaknya semakin lama semakin berat.


Sebelumnya diketahui bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa M. Sanusi dengan dakwaan suap menerima uang suap senilai 2 miliar Rupiah dari Ariesman Widjaja melalui perantaraan Trinanda Prihantoro, keduanya belakangan diketahui berasal dari PT. Agung Podomoro Land. Selain itu JPU rencananya juga akan menjerat M. Sanusi dengan dakwaan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

JPU berencana akan mendakwa M. Sanusi dengan dakwaan Pasal TPPU, karena sebelumnya dirinya diduga selama ini telah melakukan pencucian uang pada saat dirinya melakukan pembelian lahan, bangunan dan kendaraan bermotor. Diperkirakan nilai pencucian uangnya "sangat fantastis" yaitu diperkirakan jumlah totalnya sekitar 43 miliar Rupiah.


"Selain mendakwa M. Sanusi dengan sangkaan melanggar Pasal Tindak Pidana  Korupsi (Tipikor) yaitu tentang penyuapan senilai 2 miliar Rupiah, Jaksa juga berencana akan mendakwa saudara M. Sanusi dengan dakwaan melanggar Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai 43 miliar Rupiah" demikian dikatakan salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan M. Sanusi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Pantauan Cendana News langsung dari Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 2, Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), saat ini persidangan dengan terdakwa M. Sanusi masih terus berlangsung setelah tadi sempat diistirahatkan sekitar 20 menit untuk kepentingan sholat dan makan siang.

Hingga menjelang pukul 15:00 WIB, keenam saksi yang semuanya meringankan terdakwa M. Sanusi tersebut sampai saat ini juga masih diperiksa oleh pihak JPU secara bergantian. JPU sampai saat ini masih menelusuri seputar asal usul uang yang keluar masuk melalaui rekening M. Sanusi dan rekening keluarganya atau orang-orang terdekatnya.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: