SABTU, 8 OKTOBER 2016

SUMENEP---Seringkali terjadinya banjir dijalanan wilayah Kota Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ketika turun hujan membuat masyarakat daerah setempat geram. Pasalnya pemerintah daerah sepertinya tidak serius dalam melakukan penataan kota hingga membuat genangan air hujan cukup tinggi, sehingga jika tidak segera melakukan langkah kongkrit, maka kedepan kemungkinan besar akan sering terjadi banjir.


Genangan air yang cukup tinggi ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi bukan hanya terjadi pada musim hujan kali ini saja, melainkan itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Namun sayangnya sepertinya belum ada langkah kongkrit dari dinas terkait, sehingga ketika ada hujan beberaba jalanan tersebut sulit dilintasi kendaraan, baik itu roda dua maupun roda empat, karena jika dipaksakan kendaraan itu akan mogok akibat terendam air.

“Jadi kalau setiap kali musim hujan masih banyak jalanan di daerah kota ini tergenang air yang cukup tinggi berarti pemerintah kan tidak serius dalam menata kota. Karena jika tidak kunjung ada tindakan kongkrit, maka kemungkinan besar kedepan akan menjadi langganan banjir,” kata Ach. Zainullah, salah seorang Tokoh Pemuda Kabupaten Sumenep, Sabtu (8/10/2016).


Disebutkan, bahwa dengan keberadaan satgas pematusan yang setiap hari selalu membersihkan drainase saluran setiap hari juga belum berhasil secara makasimal untuk menghindari terjadinya genangan air yang cukup tinggi. Sehingga memang perlu adanya langkah kongkrit dari dinas terkait untuk mencari solusi persoalan tersebut, karena jika kondisinya tetap seperti ini, sepertinya pihak-pihak terkait hanya berpangku tangan.

“Ini menjadi tugas dari berbagai dinas terkait bagaimana bisa mencari solusi itu, sehinnga dalam menata benar-benar serius. Karena yang lucu ini banjir terjadi di wilayah kota, itupun baru beberapa tahun yang lalu, karena sejak dulu jarang ada genangan air yang sampai susah dilintasi oleh pengendara,” jelasnya.


Pihaknya berharap kepada seluruh instansi terkait, seperti, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, Dinas Kebersihan Dan Pertamanan, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Raung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) benar-benar serius dalam menata kota. Sehingga kondisi kota ini tidak lagi menjadi genangan air yang cukup tinggi ketika saat hujan turun. (M. Fahrul)

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: