JUMAT, 14 OKTOBER 2016

SUMENEP --- Jatah LPG (Liquefied Petroleum Gas) jenis melon yang saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok untuk wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikurangi dari biasanya.


Akibat adanya pengurangan gas tersebut, pihak distributor yang memasok ke wilayah kepulauan terpaksa membagi rata supaya kebutuhan gas masyarakat dapat terpenuhi. Karena hal itu merupakan cara satu-satunya agar tidak sampai terjadi kelangkaan, namun mengenai kebutuhan akan tetap tidak terpenuhi seperti pengiriman sebelum-sebelumnya.

“Biasanya kami setiap mengirim ke wilayah pulau mendapatkan jatah sebanyak tiga truk, namun teralisasi hanya dua truk. Bahkan saat ini yang biasanya mendapat empat truk, ternyata hanya mendapat tiga truk, itu biasanya dalam satu truk berisi 650 tabung,” kata Rahmat, salah seorang pedagang LPG dari kepulauan Kabupaten Sumenep, Jumat (14/10/2016).

Disebutkan, pasokan untuk wilayah kepulauan berkurang dalam seminggu terakhir, hal itu mengakibatkan jatah untuk pedagang harus dikurangi dari biasanya. Sehingga saat ini hanya ada tiga truk dari distributor yang datang ke pelabuhan dalam setiap harinya.

“Padahal jika dalam kondisi normal jumlah truk distibutor yang datang mencapai antara empat sampai lima dalam sehari. Makanya itu tidak akan mencukupi kebutuhan masyarakat di kepaluan,” jelasnya.

Sementara Wily, salah satu distributor LPG untuk kepulauan mengaku, untuk mensiasati agar para pedagang tidak merasa kecewa dengan adanya pengurangan jatah tersebut, pihaknya terpaksa membagi rata jatah tabung gas yang dibawanya meski itu tidak sesuai dengan jumlah permintaan.

“Ya harus dibagi bagi biar sama-sama dapat semua para pelanggan-pelanggan, kalau sudah seperti itu mereka kan tidak akan merasa kecewa,” terangnya.


Untuk mendapatkan LPG mereka yang sudah membawa perahu masih harus antre lama di pelabuhan agar bisa membawa pulang gas yang dibutuhkan masyarakat tersebut.
[M. Fahrul]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: