JUMAT, 14 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Upaya Presiden kedua Republik Indonesia HM.Soeharto dalam meningkatkan iman dan taqwa telah diwujudkan dengan membangun fasilitas rumah ibadah terutama bagi umat Muslim di nusantara, salah satunya masjid yang dibangun melalui Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila (YAMP). 


Saksi dari kegigihan Presiden Soeharto meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam bidang religi tersebut salah satunya Masjid Al-Huda yang masih terlihat kokoh berdiri meski sudah berusia seperempat abad (25 tahun) di Desa Tajimalela Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Bangunan khas yang terletak di jalan kecamatan tersebut terlihat megah dengan interior dalam yang masih cukup tertata rapi sama seperti saat dibangun tanpa mengalami perubahan. Menurut salah satu pengurus masjid Al-Huda Tajimalela, Yakub, bangunan tersebut berdiri di atas lahan yang dikelola oleh YAMP dan digunakan oleh masyarakat hingga kini untuk beribadah.

Yakub mengungkapkan bangunan masjid tersebut seperti bangunan masjid pada umumnya yang dibangun atas prakarsa Presiden Soeharto melalui Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila (YAMP) berukuran 15x15 meter. Sejak berdirinya pada tanggal 26 Oktober 1991 bagian bagian luar dan bagian dalam masjid bahkan masih asli sesuai saat dibangun diantaranya dengan keberadaan prasasti lengkap dengan tandatangan presiden Soeharto, foto saat pertama kali masjid berdiri pada tahun 1991 serta interior lampu lampu, atap dan beberapa bagian lain.


"Hingga saat ini bangunan masjid ini tetap digunakan oleh masyarakat untuk beribadah terutama saat Sholat Jumat selain masjidnya luas juga berada di tengah tengah perkampungan sehingga sangat strategis,"ungkap Yakub selaku pengurus dan penanggungjawab masjid Al-Huda saat ditemui Cendana News di Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda, Jumat (14/10/2016).

Lokasi yang strategis tersebut diantaranya masjid Al-Huda berada di tengah tengah jalan yang membujur dari Selatan ke Utara, Barat ke Timur sehingga memudahkan masyarakat mengakses masjid yang dibangun seperempat abad lalu tersebut. Ia bahkan mengingat bangunan bangunan di sekitar masjid diantaranya justru lebih muda umurnya.


Lokasi yang strategis, lokal yang luas membuat masjid dengan bentuk unik dan luas tersebut mampu menampung jemaah dalam jumlah banyak baik di bagian dalam maupun luar. Saat upacara hari besar keagamaan seperti sholat Ied Idul Fitri dan Idul Adha masjid tersebut menurut Yakub bahkan mampu menampung cukup banyak umat meski sebagian harus di tampung di jalan namun karena posisi jalan mengelilingi masjid membuat bagian luar masjid masih bisa digunakan untuk ibadah.

Salah seorang warga, Umini (56) mengaku tidak tahu persis kapan berdirinya masjid tersebut dan meminta Cendana News masuk ke dalam masjid untuk melihat prasasti tahun pendirian. Namun Umini mengingat bahwa masjid tersebut merupakan peninggalan Presiden HM. Soeharto yang menurutnya dibangun dengan konstruksi yang kokoh dan masih tetap berdiri hingga sekarang. Dirinya yang mengaku mengingat sang suami ikut membangun masjid Al-Huda tersebut bersyukur ada peninggalan Presiden Soeharto khususnya dalam bidang religi dan rohani yang akan dikenang dari masa ke masa.


"Peninggalan ini menjadi sebuah kenangan sekaligus sebuah upaya untuk meningkatkan keimanan masyarakat di sini dengan dibuatkan masjid sementara saat ini untuk membangun masjid seukuran tersebut pastinya memerlukan biaya yang tak sedikit,"ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Cendana News, masjid yang dibangun oleh YAMP di Provinsi Lampung berjumlah sekitar 43 buah dengan total anggaran Rp10,765,157,737,00. Masjid yang dibangun tersebut meliputi tipe 15 (15 Mx15 M) sebanyak 22 buah, tipe 17 (17 Mx17 M) sebanyak 16 buah, tipe 19 (19 Mx19M) sebanyak 5 buah. Sebanyak 43 Masjid masjid tersebut diantaranya dibangun di Kabupaten Lampung Utara,Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Way Kanan,dan Kota Bandar Lampung.


Selain melakukan pembangunan masjid, YAMP juga tercatat membiayai sejumlah kegiatan diantaranya:

- Pembekalan, pembinaan, pengiriman DAI transmigrasi (Kerjasama dengan MUI)
- Pembekalan, pembinaan, pengiriman DAI transmigrasi (Kerjasama dengan MDI)
- Pembangunan Rumah Sakit Haji Embarkasi Medan
- Pembangunan Rumah Sakit Haji Embarkasi Jakarta
- Pembangunan Rumah Sakit Haji Embarkasi Surabaya
- Pembangunan Rumah Sakit Haji Embarkasi Makasar
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: