RABU, 12 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Terdakwa kasus perkara pembunuhan "Kopi Sianida" yang menewaskan I Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso rencana awalnya dimulai pukul 09:00 WIB ternyata molor dan baru berlangsung sekitar pukul 13:00 WIB. Salah satu penyebab molornya persidangan Jessica hingga 4 jam karena lamanya proses foto copy dokumen Pledoi atau nota pembelaan terhadap Jessica Kumala Wongso.


Pada awalnya nota pembelaan atau Pledoi untuk terdakwa Jessica Kumala Wongso hanya direncanakan sekitar 3000 halaman, namun pada akhirnya ditambah lagi 1000 halaman, sehingga totalnya Pledoi untuk Jessica Kumala Wongso menjadi 4.000 halaman. Namun nantinya tidak semua Pledoi tersebut dibacakan, mungkin yang akan dibacakan hanya pokok-pokoknya saja.

Pantauan Cendana News sejak pagi langsung dari dalam Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 2, Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, terdakwa Jessica Kumala Wongso tampak terlihat memasuki ruangan sidang dengan mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dan celana panjang warna hitam. Jessica langsung mengambil tempat duduk di kursi persidangan yang telah disediakan sebelumnya.

Tak lama kemudian Kisworo S.H. sebagai Ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan langsung mempersilahkan kepada terdakwa Jessica Kumala Wongso untuk membacakan pembelaan atau Pledoi untuk dirinya sendiri dalam persidangan di PN Jakarta Pusat. Tak lama kemudian Jessica Kumala Wongso tampak terlihat langsung berdiri dari tempat duduknya dan mulai membacakan Pledoi.


Pada awalnya Jessica Kumala Wingso sangat tenang dan percaya diri saat membacakan Pledoinya, namun lama kelamaan Jessica tampaknya tak mampu membendung kesedihan dan penderitaan yang dialaminya selama berada di balik jeruji besi tahanan. Jessica Kumala Wingso akhirnya tak kuasa menahan air mata kesedihannya pada saat dirinya melanjutkan pembacaan Pledoinya di depan Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan yang memasuki episode ke 29 tersebut.

"Yang Mulia Majelis Hakim, saya tegaskan sekali lagi bahwa saya bukanlah seorang pembunuh, saya sama sekali tidak punya niat jahat apalagi sampai tega menghabiskan dan menghilangkan nyawa teman saya sendiri yaitu Wayan Mirna Salihin dengan cara menaruh racun Sianida kedalam minuman Gelas Es Kopi Vietnam yang sempat diminum Wayan Mirna sewaktu kami sedang bertemu di Cafe Olivier, saya tidak habis pikir Yang Mulia mengapa saya kemudian diperlakukan sangat tidak adil seperti ini, apa salah saya" kata Jessica sambil menangis di PN Jakarta Pusat, Senin siang (12/10/2016).

Jessica Kumala Wongso mengatakan "setelah kasus tersebut mencuat dan diberitakan secara luas oleh media massa, sejak itulah saya beserta keluarga besar sangat tertekan dan terpukul dengan adanya peristiwa ini, apalagi setelah pihak kepolisian, khususnya Direskrimum Polda Metro Jaya menangkap saya dan menetapkan status saya menjadi tersangka, saya dan keluarga saya semakin tertekan dan tidak tahu lagi harus berbuat apa lagi untuk dapat membela diri bahwa saya bukanlah pembunuh Wayan Mirna, saya memohon kepada Yang Mulia untuk membebaskan saya dari semua dakwaan dan tuduhan tersebut" katanya.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: