KAMIS, 13 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Wacana Pembubaran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menuai tanggapan luas dari berbagai pihak. Sebab, peran dan kewenangan DPD dinilai masih minim dan lemah. Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie menilai keberadaannya mesti dipertahankan.


Dikatakan, Kewenangan DPD RI seperti yang diatur dalam UU MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3) bersifat pengajuan atau berbentuk rancangan. Sementara, kewenangan untuk mensahkan sebuah UU berada di tangan DPR dan pemerintah.

Keberhasilan perjuangan DPD itu tergantung pada kekompakan anggota itu sendiri, yakni dengan tekad yang kuat untuk melakukan lobi ke fraksi-fraksi di MPR.

"Jadi, penguatan kewenangan DPD harus diperjuangkan oleh para anggotanya. Harus kompak dan melakukan lobi ke fraksi-fraksi di MPR," ujar Jimly di Gedung Nusantara V, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Disebutkan, kalau fraksi DPD RI di MPR RI yang memiliki 132 anggota tidak dapat melakukan lobi ke fraksi lainnya yang jumlahnya lebih sedikit, maka hal tersebut terasa aneh.

Ia mengingatkan agar para anggota DPD mesti mencermati terkait pembubaran DPD yang selalu berkembang di publik.

Jika melihat kondisi DPD saat ini, Sambungnya, keberadaannya seperti tidak ada. Namun, sejalan dengan amandemen keempat UUD NKRI 1945, aturan mengenai otonomi daerah diatur dalam konstitusi di antaranya dengan mewujudkan lembaga DPD.

"Kalau DPD dibubarkan, maka otonomi daerah secara luas menjadi tidak seimbang, sehingga keberadaan lembaga DPD harus dipertahankan dan perlu penguatan,"tuturnya

Lebih Jauh Jimly menegaskan, anggota DPD harus kompak dan memerjuangkan penguatan kewenangannya. Penguatan kewenangan DPD, tidak harus sama dengan kewenangan DPR.

"Selain lembaga negara, DPD juga merupakan representasi daerah, maka sudah seharusnya anggota yang berjumlah 132 orang lebih memperkuat penguatan kewenangannya, Agar bisa mengusulkan aturan perundangan yang terkait dengan daerah dan otonomi daerah itu sendiri," Imbuhnya.
[Adista Pattisahusiwa]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: