KAMIS, 6 OKTOBER 2016

BALI---Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengungkapkan kebanggaannya atas berlabuhnya Kapal Perang Esmeralda milik angkatan laut milik Chili di Pulau Dewata. Demikian disampaikannya saat menerima rombongan yang dipimpin oleh Duta Besar Chili untuk Indonesia ,Gonzalo Mendoza, diterima Gubernur Pastika di ruang kerjanya, di Kantor Gubernur Bali, Kamis, 6 Oktober 2016. 


“Bali telah banyak disinggahi kapal perang dari berbagai negara di Dunia, ini kebanggaan tersendiri untuk kami sebagai salah satu tujuan wisata favorit di dunia,” ungkapnya.

Secara umum Pastika menjelaskan tentang Bali kepada rombongan di mana luas Bali yang sangat kecil yaitu hanya 0,29 persen dari total Indonesia, namun jumlah wisatawan yang datang merupakan yang tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia. “Tiap tahun wisatawan yang datang ke Indonesia berjumlah 10 juta, dan 4 juta di antaranya datang ke Bali,” imbuhnya. Hal itu diyakini oleh Gubernur Pastika karena keunikan tradisi, budaya dan masyarakat Bali sendiri. “Masyarakat Bali sudah sangat familiar dengan para wisatawan, mereka sudah terbiasa menyambut hangat, sehingga wisatawan merasa betah tinggal di sini,” bebernya.

Selain beberapa faktor di atas, yang terpenting dari Bali adalah segi keamanan yang selalu menjadi pertimbangan para wisatawan ketika berlibur. Kepada rombongan, Pastika meyakini keamanan yang telah terjaga di Bali. Hal itu terbukti saat Bali menjadi tuan rumah verbagai acara bertaraf internasional, seperti APEC, WTO Summit, hingga ajang Miss World. “Kami telah berhasil menyelenggarakan acara internasional tersebut dengan tingkat pengamanan yang tinggi. Meskipun kami sempat kecolongan akibat peristiwa Bom Bali 1 dan 2, namun kami terus berbenah dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan di Bali,” jelasnya yang dalam kesempatan itu turut serta juga didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Prov Bali Anak Agung Gede Yuniartha, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Made Gunaja dan Kepala Biro Humas Setda Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra.

Sementara itu, Kapten Kapal Carlos Schnaldt, menyampaikan jika kali ini merupakan kunjungan yang ke empat kalinya untuk Kapal Esmeralda ke Bali, namun ini pertama kali baginya sebagai Kapten Kapal. Terakhir kapal perang legendaris ini telah mengunjungi Bali pada tahun 2012, tepat dua minggu sebelum peristiwa Bali Bom 1 terjadi. Ditambahkannya, Esmeralda telah berumur 61 tahun dan telah beberapa kali mengarungi laut mengelilingi dunia dalam rangka mengantar para taruna maupun siswa angkatan laut belajar tentang laut dan pertanahan laut. Dengan bobot Kapal 3.600 grosston dan panjang 114 meter, Kapal Esmeralda kali ini menampung sekitar 330 Taruna dan telah berlayar sekitar 3,5 bulan. Kapal yang baru saja berlabuh hari ini pukul 9.30 WITA di pelabuhan Benoa yang sebelumnya berangkat dari Singapura rencananya akan melanjutkan perjalanan ke Sydney, Australia pada senin depan, dan rencananya akan kembali ke negaranya pada bulan januari tahun depan.

Sementara untuk agenda kegiatan selama Bali, rombongan akan mengunjungi berbagai tempat wisata sekaligus tempat historis di Bali seperti Ubud dan berbagai daerah wisata lain sekaligus mempelajari budaya Bali dan juga menjalin komunikasi dengan TNI AL di sini dalam rangka mempererat kerjasama. “Semoga singgahnya para kru di pulau ini bisa sekaligus memberikan pengalaman tersendiri bagi para taruna sekaligus bisa transfer ilmu dengan personil TNI AL di Bali,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Pastika sangat mengapresiasi, dan berharap para kru kapal bisa menikmati hari-harinya di Bali. “Tak lupa saya juga berpesan agar memberi cedera mata untuk oleh-oleh teman dan kolega di negara anda, dan semoga kunjungan saat ini akan disusul dengan kunjungan berikutnya,” pungkasnya.

Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : Rayvan Lesilolo / Jurnalis : Bobby Andalan

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: