SENIN, 10 OKTOBER 2016

BALI --- Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto mengaku telah mengetahu identitas dan kesatuan tugas anggotanya berinisial KO yang menjadi pemasok narkotika kepada warga asing yang ditangkap Polresta Denpasar. Sugeng mengakui adanya keterlibatan KO dan ‎Serka THP (sebelumnya ditulis inisial PH), anggota TNI yang bertugas di Kodam IX Udayana.


THP kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Denpasar. Sesuai mekanisme, menurut Sugeng, THP akan diserahkan kepada kepada Den POM TNI untuk pemeriksaan lebih lanjut.‎ 

"Untuk anggota TNI yang terlibat, sesuai mekanisme, kita akan serahkan ke Den POM TNI. Sementara untuk anggota polisi saat ini sedang diperiksa secara intensif. Kalau terbukti, akan menerima hukuman yang setimpal sesuai dengan mekanisme yang ada. Jangankan yang berpangkat Brigadir, yang sudah berpangkat Kombes  sebelum ada keputusan dari Mabes, saya sudah buatkan surat perintah agar dibebastugaskan," tegas Sugeng di Mapolda Bali, Senin (10/10/2016).

Sugeng menjelaskan, untuk THP dipastikan statusnya sebagai tersangka lantaran yang bersangkutan tertangkap tangan saat memasok narkoba kepada dua warga asing asal Australia dan Inggris.

Sementara untuk anggota Polda Bali Sugeng mengaku sedang didalami secara intensif karena keterlibatannya masih berdasarkan pengakuan anggota TNI yang tertangkap tangan. Kalau pengakuan itu benar, maka langkah hukum berupa pemecatan sudah pasti dilakukan institusi Polri.

Pada kesempatan itu, Kapolda memaparkan rekam jejak KO yang menurutnya memang buruk. KO, kata Sugeng, pernah dipecat dari kesatuannya. Hanya saja, KO mengaku ingin berubah dan ingin mengabdi ke institusi Polri. Atas dasar hal itu ia lantas diterima kembali di korps baju cokelat tersebut.
[Bobby Andalan]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: