RABU, 5 OKTOBER 2016

MATARAM---Maraknya aksi pembalakan liar yang mengakibatkan kerusakan di sejumlah kawasan hutan di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya kawasan hutan konservasi, tidak saja membuat Pemda NTB merasa gusar, tapi juga membuat Kepolisian Daerah NTB merasa prihatin dan memberikan perhatian serius dalam upaya pencegahan.


"Kalau mendengarkan hasil peresentasi kondisi kerusakan hutan kita di NTB dari Dinas Kehutanan yang mencapai 500 ribu hektar, sangat memprihatinkan sekali" kata Kapolda NTB, Umar Septono di Mataram, Rabu (5/9/2016)

Bagi Umar, tidak ada ampun bagi para pelaku pembalakan liar kawasan, karena tidak saja menyangkut tindak kejahatan semata, tapi juga merupakan tindakan kejahatan yang bisa mengancam kehidupan jutaan masyarakat NTB.

Bayangkan saja kalau hutan mengalami kerusakan, lahan menjadi tandus, sumber mata air yang ada di kawasan hutan akan mengering dan saya kira bencana kekeringan yang selama ini terjadi di NTB merupakan bagian dari ulah manusia yang secara membabibuta merusah hutan sebagai sumber kehidupan.

"Termasuk saat musim hujan tiba, ancaman bencana tanah longsor juga rawan terjadi dan mengancam masyarakat, terutama yang hidup disekitar kawasan hutan" jelasnya.

Ditambahkan, untuk mencegah semakin meluasnya kerusakan kawasan hutan di NTB, selain mengambil tindak tegas berupa tindakan hukum, terutama terhadap dalangnya, upaya penanaman kembali pada lahan yang sudah gundul juga mesti dilakukan, supaya bisa hijau kembali,

"Yang tidak kalah penting untuk dilakukan termasuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelstarian huutan sebagai sumber kehidupan" pungkasnya.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: