SELASA, 18 OKTOBER 2016

MBAY --- Pembangunan Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo tepatnya di lokasi tiga desa yakni Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Desa Labolewa Kecamatan Aesesa dan Desa Ulupulu Kecamatan Nangaroro, merupakan kebijakan pemerintah pusat.


Demikian disampaikan Kapolres Ngada AKBP Andy Nurwandy saat dihadanag ratusan warga di lokasi pembangunan waduk, Senin (17/10/2016) sore.

“Kita bicara jangan bicara kelompok, ini negara kesatuan. Bukannya mau bupati atau wakil bupati mau bangun waduk disini tapi ini kebijakan dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Dikatakan Andy, hidup di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia  kita sebagai masyarakat diatur oleh pemerintah pusat dalam  hal ini perpanjangnanya oleh pemerintah daerah Kabupaten Nagekeo.

Selaku aparat keamanan Polres Ngada mendukung, dan harus menjamin situasi berjalan dengan baik dan pembangunannya berjalan dengan baik. Bila mengalami kendala tentunya dirinya bisa memfasilitasi.


“Terkait pelaksanaan di lapangan saya tidak berharap adanya benturan dengan masyarakat, saya harus menjamin pembangunannya berjalan dengan baik,” tuturnya.

Terkait penolakan pembangunan Waduk Lambo itu hak masyarakat sambung Andy, tapi pemerintah pusat juga memiliki kewajiban untuk mensejahterakan masyarakatnya. Bukan hanya masyarakat disini saja tapi masyarakat Nagekeo.

Siti Aisyah salah seoarng warga yang ditemui Cendana News di lokasi kejadian mengatakan,saat sosialisasi antara pemerintah Kabupaten Nagekeo yang dilakukan 19 April 2016  hanya dijelaskan dampak positifnya saja.

Saat ditanyai dampak negatifnya dan hendak dijelaskan oleh konsultan beber Siti, Bupati Nagekeo Elias Djo melarang konsultan bicara dan meminta agar mengatakan ada ganti ruginya. Ini yang membuat terjadinya keributan.

“Kami tidak tolak pembangunan waduk tapi kami tidak mau lokasinya di tempat yang sekarang dan kami juga siapkan lokasi alternatif,” paparnya.

Siti dan masyarakat mengaku bingung kenapa pemerintah memaksa pembangunannya di lokasi yang ditentukan pemerintah. Masyarakat juga meminta agar dibangun embung saja.

Disaksikan Cendana News selama Kapolres Ngada bicara masyarakat serius mendengarkan. Usai Kapolres Ngada berbicara,para peremuan yang berada di barisan depan langsung berteriak “Sekali Tolak Tetap Tolak dan Toalk Waduk Harga Mati “.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Ebed De Rosary
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: